Nathalia

Nathalia

  • WpView
    Lecturas 58
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, dic 24, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
⚠️TERDAPAT KATA KATA KASAR YANG TAK PATUR DI TIRU BIJAK DALAM MEMBACA YA SOBAT Bercerita tentang seorang gadis cantik yang menjadi korban kekerasan oleh kakak kandung nya , tak cukup sampai di situ ia juga merupakan korban bullying di sekolah yang di lakukan oleh tiga orang kakak kelasnya. "bugh" suara pukulan "plak" suara tamparan "lo itu hidup cuma bawa sial " "dasar cupu" "gila prestasi" "anak haram" Semua perkataan serta hinaan yang dapat melukai hatinya ia terima dengan senang hati walaupun ketika mengingatnya ia merasa sakit, sungguh ia sangat lelah hidup seperti ini. "Apakah aku emang gak pantes bahagia?" "Salah aku banyak ya, jadi aku gak pantas bahagia" "mama papa jemput Lia" Hingga suatu hari tuhan tak sengaja mempertemukan dia dengan dua orang lelaki tampan yang membuat hidup Nathalia menjadi berwarna, namun tak selang beberapa lama warna itu hilang entah kemana perginya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cheerful Girl [ENDING]
  • 101 Days Before In January
  • Gadis Brengsek✔
  • GALANG
  • PENA ASMARA | TAMAT✅
  • Cold Prince
  • GALANG [SELESAI]
  • Albel
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)

[UDAH ENDING] PART-NYA BANYAK, TAROH AJA DI READING LIST KALIAN PROLOG Alya menghampiri keluarganya yang sudah duduk manis untuk melakukan makan malam. Disana ada mama, papa, serta kakak laki-lakinya. Makan malam sudah terlaksana. Alya pun memberanikan diri memberi selembar surat pada mamanya. "Surat apa ini?" semua mata tertuju pada selembar surat itu. Mamanya pun membacanya dengan seksama. "Surat peringatan?!" tanya mama dengan nada meninggi "Hm" jawab Alya seadanya. Papa dan kakaknya hanya terdiam. "Kamu abis ngapain di sekolah sampe dikasih surat peringatan?" "Cuma bolos pas pelajaran ke kantin. Terus ketauan guru BK ma" ucapnya sedikit takut namun ini adalah hal yang biasa Alya lakukan ketika membolos. Saking seringnya sampai ia diberi surat peringatan. "Astaga. Cuma?! " mamanya masih tak abis pikir dengan anak perempuannya yang satu ini. "Gak papa. Masa SMA gak boleh terlalu polos. Nakal, yang penting masih pintar" papanya berusaha membela Alya. "Papa ini apaan sih? Alya itu perempuan " mamanya masih berargumen. Kakaknya tak menghiraukan adiknya yang sedang diserang. "Tau, tapi apa perempuan gak boleh nakal dan menikmati masa SMA? Alya itu keturunan papa nakalnya. Kalo Bang Rio tuh kaya mama yang kutu buku" Alya terkekeh mendengar pernyataan papanya. "Sip pah. Aku kan cerdas. Senakal apa pun pasti bakal pinter walaupun gak belajar " Alya menunjukan deretan giginya. Kakaknya pun kini berbicara "Awas aja kalo lo ketauan belajar!!" "Oke siapa takut. Abang itu pinter bukan cerdas kaya aku" belanya sendiri. "Apaan sih, bang kamu gak boleh bilang gitu sama adek. Kamu juga dek, kamu harus tetep belajar" mama menengahi adu mulut mereka. Semenjak itu lah Alya semakin menjadi jadi dalam menikmati masa remajanya. Hanya sekedar nakal sebagai siswa. Tak lebih dari itu. Baca kisah selanjutnya!!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido