Story cover for Archeer by Agneslvit
Archeer
  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 6
Complete, First published Nov 13, 2021
"Kenapa dia ada di sini, hah!?" 

"Ar gue minta maaf, tapi gue ngelakuin ini untuk lo."

"Maksud lo untuk gue apa?" tanya Archen.

"Jadi tadi siang itu Cheeryl ngajak gue ketemu. Awalnya gue nggak mau, tapi Cheeryl ngancam gue bakal laporin lo ke polisi ata,-"

"Atas dasar apa dia laporin gue ke polisi, hah?!" potong Archen marah.

"Pemerkosaan." jawab Ara pelan , namun masih terdengar jelas di telinga Archen.

Mengepalkan tangannya, "Dasar jalang anj*ng!" maki Archen melangkahkan kakinya ingin keluar tapi di cegah oleh Ara.

"Lepasin tangan gue."

"Lo mau kemana, hah!?" 

"Bunuh tuh cewek." sahut Archen dengan rahang yang menegas.
All Rights Reserved
Sign up to add Archeer to your library and receive updates
or
#929pregnant
Content Guidelines
You may also like
Stay (Away) by hazelaice
64 parts Complete
⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b
You may also like
Slide 1 of 8
You Got It cover
ARLEA [ON-GOING] cover
NALA 2: The Storm We Called Love cover
Stay (Away) cover
SINCERITY [Dibukukan] cover
WHO ? cover
Casela (Tidak Lanjut) cover
Lepas, lalu tumbuh ||On Going|| cover

You Got It

86 parts Complete

Satria Evandra Arbani, laki-laki itu hanya menginginkan bertemu kembali dengan Clara Regina Anandhina, perempuan yang dipacarinya enam tahun silam. Saat mereka masih merasakan indahnya, cinta di masa putih abu-abu. Sebuah peristiwa terjadi, mengakibatkan Satria tak bisa bertemu dengan Clara lagi. Bertahun-tahun laki-laki itu selalu mencari. Tenggelam dalam keputus-asaan dan rasa bersalah. Hingga di suatu sore, keduanya kembali bertemu. Meski Satria tahu, Clara sudah tak sama lagi seperti dulu. Perempuan itu berubah menjadi sosok dingin yang penuh luka. Satria langsung menyadari jika dirinyalah yang merubah sosok Clara. Apa yang Satria lakukan untuk membuat perempuan itu kembali padanya? Di saat ada sosok lain yang mengakui Clara sebagai tunangannya. -------------- "Pergi!" Clara memejamkan matanya erat-erat. Tak sudi menatap sosok itu. "Pergi dari sini!!!" "Ra--" suara Satria tercekat. Menatap sosok di hadapannya penuh luka. "Aku mohon--" "Pergi!" Clara terus berteriak, matanya kini menyorot nyalang. "Pergi! Pergi! Pergi!"