Kamu, Hukumanku

Kamu, Hukumanku

  • WpView
    Reads 1,548
  • WpVote
    Votes 422
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 16, 2021
Lagi di revisi "Aku tahu bahwa kita tidak akan pernah menjadi pasangan yang nyata, tapi setidaknya kita bisa bersikap baik satu sama lain Zoni" kataku padanya. Aku sudah tidak tahan. Air mata mulai menusuk mataku, tapi aku tidak membiarkannya jatuh. Dia menatapku dengan ekspresi aneh. Kalau aku mati di depannya, dia tidak akan pernah peduli. "Kamu tidak mengerti, kan?! Aku. Tidak. akan. pernah. mencintaimu!Aku tidak akan pernah peduli padamu. Kau menungguku setiap hari, aku pulang dan makan malam dengan mu seperti pasangan normal- kau menyedihkan. Kau bukan apa-apa! Sama sekali tidak ada apa-apanya bagiku. Kau bahkan tidak layak untuk mendengar kata-kata ku. Kau adalah pecundang yang tidak memiliki siapa-siapa, dan orang tua mu? Mereka sama seperti ku. Mereka tahu bahwa kamu tidak berharga dan ingin menyingkirkanmu" katanya dengan marah. Aku menatap matanya. Aku tidak marah padanya. Dia mengatakan yang sebenarnya. Aku bukan siapa siapa. Tidak pernah, tidak akan pernah. Saya sudah terbiasa dengan kata-kata ini sejak saya lahir. Aku mengangguk. Dia benar. Dia sangat benar.
All Rights Reserved
#311
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • B [Completed]
  • Di Atas Petala Cinta
  • kita berbeda (End)
  • Trial & Error
  • Gus Pilihan Sang Abi
  • ASHILA
  • UTOPIS || Anthony Ginting
  • Mahram Untuk Aiza (LENGKAP)

Aku tidak tahu jika engkau mengetahuinya bahwa aku mencintaimu. Ku titipkan namamu disetiap doa didalam shalatku. Ku kirimkan doaku untuk selalu bersamamu kepada-Nya. Ku mencari cara untuk bisa didekatmu apapun itu. Tapi itu tidak cukup untuk bisa mendapatkan cintamu. Bukan hanya aku saja yang ingin menjadi bagian dari hidupmu. Diluaran sana yang pertama melihatmu pasti memiliki rasa yang sama. Bukan itu saja apakah aku berhak untuk mendapatkannya?. Doaku tidak mungkin terkabulkan jika sebelum aku ada disampingmu. Ada seseorang yang selalu berdoa kepada-Nya. Agar bisa bersamamu ,jadi aku hanya bisa berharap. Demi bisa mendapatkanmu. Aku memang bukan siapa-siapa dari kamu. Aku hanya wanita yang berani menyatakan cintanya. Kepada seseorang yang tak pernah menginginkan ada. Ya,aku sadarr.. Dan terima kasihh Ikuti terus ya kelanjutannya

More details
WpActionLinkContent Guidelines