Istana Pasir

Istana Pasir

  • WpView
    LECTURAS 9,581
  • WpVote
    Votos 357
  • WpPart
    Partes 7
WpMetadataReadConcluida lun, jul 24, 2023
WpInfo
No ficción
Di tahun ke 20 pernikahan, jelang pencalonan Aswin menjadi wali kota, rumah tangganya goyah. Keinginan tak masuk akal Maya mengharuskannya melakukan hal paling tidak diinginkan, menikah lagi. Hingga permintaan Maya pada Aswin dan Nilam, mengharuskan mereka bertiga membangun mahligai rumah tangga bak istana pasir di tepi pantai. Rentan tersapu ombak berujung hancur. Sebaik apa pun cara yang dilakukan, sekuat apa pun perasaan yang mulai tumbuh dan bertunas. *Sampul: ZNahdah.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BUKAN PILIHAN KU
  • Sebuah Usaha Maya (TAMAT)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • love's redemption
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Takdir Cinta Hanafa
  • ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN
  • Istri Titipan (New Version)
  • Rembulan tanpa Cahaya
  • Bin Fulanah

Cinta tak selalu dimenangkan oleh mereka yang saling mencintai tapi cinta itu tentang bagaimana cara kita ikhlas. Di balik cadarnya, Aisyah Humeyrah menyimpan luka yang tak terlihat-dijodohkan dengan pria dari mazhab berbeda, hidup dalam rumah yang sepi meski ada dua orang di dalamnya. Ia masih belum lulus dari pondok, tapi sudah harus menunaikan bakti sebagai istri. Sementara itu, Imam-pemuda yang mencintainya dalam diam-hanya mampu mencintai dari kejauhan, dengan doa yang tak pernah putus. Pernikahan yang awalnya tampak tenang berubah menjadi luka-luka kecil yang terus ditelan Aisyah dalam diam. Mas Hadi, suaminya, semakin sibuk dengan dunia sendiri, memperlakukannya seolah tak lebih dari pelengkap rumah. Di tengah keterasingan itu, Aisyah tetap mengajar, tetap belajar, dan tetap sabar. Tapi sampai kapan kesabaran bertahan jika cinta hanya berjalan satu arah? Ini adalah kisah dua insan yang terpisah oleh takdir, mazhab, dan dinding rumah yang tak memantulkan cinta. Tapi di antara sabar dan ikhlas, mereka belajar satu hal: bahwa mencintai bukan selalu memiliki, tapi mendoakan dalam senyap, hingga langit sendiri yang menjawab.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido