Istana Pasir

Istana Pasir

  • WpView
    LETTURE 9,582
  • WpVote
    Voti 357
  • WpPart
    Parti 7
WpMetadataReadCompleta lun, lug 24, 2023
WpInfo
SAGGISTICA
Di tahun ke 20 pernikahan, jelang pencalonan Aswin menjadi wali kota, rumah tangganya goyah. Keinginan tak masuk akal Maya mengharuskannya melakukan hal paling tidak diinginkan, menikah lagi. Hingga permintaan Maya pada Aswin dan Nilam, mengharuskan mereka bertiga membangun mahligai rumah tangga bak istana pasir di tepi pantai. Rentan tersapu ombak berujung hancur. Sebaik apa pun cara yang dilakukan, sekuat apa pun perasaan yang mulai tumbuh dan bertunas. *Sampul: ZNahdah.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Terjebak Dalam Akad
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • Takdir Cinta Hanafa
  • ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN
  • Bin Fulanah
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • nyantri bareng suami
  • Dear, Chester
  • Kesabaran seorang istri (2)

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti