Istana Pasir

Istana Pasir

  • WpView
    Reads 9,536
  • WpVote
    Votes 352
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 24, 2023
Di tahun ke 20 pernikahan, jelang pencalonan Aswin menjadi wali kota, rumah tangganya goyah. Keinginan tak masuk akal Maya mengharuskannya melakukan hal paling tidak diinginkan, menikah lagi. Hingga permintaan Maya pada Aswin dan Nilam, mengharuskan mereka bertiga membangun mahligai rumah tangga bak istana pasir di tepi pantai. Rentan tersapu ombak berujung hancur. Sebaik apa pun cara yang dilakukan, sekuat apa pun perasaan yang mulai tumbuh dan bertunas. *Sampul: ZNahdah.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Padamu Ya Ukhti (Selesai)
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Sebuah Usaha Maya (TAMAT)
  • MARRIED WITH MY FRIEND
  • Bin Fulanah
  • DIBALIK HIJAB MASJID (TAMAT)
  • Dear, Chester
  • Rembulan tanpa Cahaya
  • love's redemption
  • Kesabaran seorang istri (2)
  • BUKAN PILIHAN KU
  • nyantri bareng suami
  • Wedding Dream with Sunnah (TERBIT)
  • ISTRI YANG KUSIA-SIAKAN
  • Terjebak Dalam Akad
  • The Story of  Aisha Khumairah
  • Istri Titipan (New Version)
  • The Three Rings With Broken Vows { COMPLETE }
  • Takdir Cinta Hanafa

"Memalukan." ujar Azzam sinis, tatapannya datar. Asya tersentak, senyumnya memudar, ada apalagi dengan suaminya. Kenapa sikapnya selalu berubah. Apa katanya tadi 'memalukan' apa maksudnya. "Ma-maksud mas apa?" tanya Asya bingung. "Jangan pura-pura tidak tahu." sinis Azzam. Asya mengerutkan keningnya. "Asya gak ngerti, maksudnya apa. Asya buat salah lagi?" jawabnya lirih. "Kenapa kamu itu gak bisa sadar diri." ujar Azzam dengan nada dingin. Asya menunduk dalam, "Kalo mas gak bilang Asya juga gak tahu." jawab Asya, suaranya mulai bergetar. Azzam mengusap wajahnya kasar, segera ia beristigfar. Takut syetan menguasai dirinya ketika marah. Dan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Tadi kamu pulang sama siapa?" tanya Azzam, matanya menyorot tajam. Asya yang melihat itu pun mulai takut. Ia lupa memberi tahu Azzam tentang itu, dan ... darimana Azzam tahu hal ini. Astagfirullah kenapa ia selalu saja ceroboh. "Gak bisa jawab, kan." sindir Azzam. Ia berjalan ke dalam kamar dan menutup pintu dengan keras. Asya segera tersadar dan menyusul langkah Azzam. "Mas Asya bisa jelasin." pekik Asya dari luar kamar, ia menggedor-gedor pintu namun tak digubris oleh Azzam. "Mas Azzam salah paham, Asya bisa jelasin. Itu semua gak kayak yang mas pikirin." ucap Asya dari luar. Hening. "Mas," panggil Asya mulai pasrah. Sepertinya Azzam benar-benar marah, ini semua karena kecerobohannya sendiri. Menyalahkan Fahmi juga bukan pembenaran, karena ia membantunya untuk menjalankan amanah. Cover by Nurhanifah

More details
WpActionLinkContent Guidelines