Cinta Untuk Bara

Cinta Untuk Bara

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 19, 2024
Prankk... Sebuah lemparan botol kaca melayang ke arahnya dan serpihan kaca itu mengenai kepala Shira. Darah, itu yang sedang mengalir di dahinya. Shira mencoba memegang dahinya, tangannya penuh dengan darah. Ayah Shira adalah seorang pemabuk dan penjudi, ia suka melemparkan barang-barang apapun yang ada di dekatnya ketika pikirannya sedang kacau. Ibu Shira telah meninggalkannya sejak ia dilahirkan, ayahnya selalu saja menyalahkan dirinya untuk kematian ibunya. Terkadangpun Shira berfikir begitu, semua itu karena kesalahannya. Coba saja ia tak pernah dilahirkan, mungkin ibunya masih hidup di dunia dan bahagia bersama ayah.
All Rights Reserved
#671
sadgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • LOVE IN REVLAZ
  • MOANA AUDIA [ TERBIT ]
  • ZORA | ✓
  • TREPIDATION
  • Zeyra And Her Clingy Boy (END)
  • Daniel Owns Me
  • Satria Dirgantara [Complete]

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines