Satu Hati Satu Cinta: (One Heart One Love)

Satu Hati Satu Cinta: (One Heart One Love)

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 31, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Terpisah, yah aku dan suamiku terlah terpisah selama 5 tahun karena kesalahpahaman diantara diriku dan suamiku. Dan ketika aku terpisah aku dinyatakan sakit keras. Setelah aku tahu penyakit itu, aku mencoba untuk menyembunyikan semuanya, termasuk dari anakku dan adik iparku (saudara suamiku) Tapi lama-kelamaan, semua terungkap adik iparku yang berprofesi sebagai dokter itupun tahu, setelah dokter yang selama ini mengontrol kesehatanku tanpa sadar mengatakannya. Adik iparku sedih, dia memberikan dukungannya untuk kesembuhanku demi anakku dan juga keutuhan rumah tanggaku, meskipun aku tidak tahu kapan tuhan akan memanggilku." Bunga Cinta Cantika "Tuhan, bisakah aku memutar waktu? Aku benar-benar pria bodoh, bahkan teramat bodoh karena begitu teganya memfitnah istriku dan adik kandungku begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya. Dan, setelah aku tahu kebenaran sebenarnya, aku menelan pil pahit, istriku, wanita yang aku cintai sedang sakit, berjuang demi kesembuhannya. Ditambah dengan sikap adikku yang sangat membenciku. Aku tahu, aku memang salah bahkan teramat salah. Adikku bersikap itu juga karena sikapku yang keterlaluan. Aku sadar akan hal itu. Aku tidak tahu apakah istriku juga akan membenci diriku? Jujur, aku benar-benar ingin di sampingnya, menemaninya dan memeluknya. Memberikan semangat untuknya agar dia tetap semangat dalam menjalaninya. Memaafkan kesalahanku dan memulai ulang semua kisah, kisah yang indah yang pernah aku ukir bersama penuh Cinta dengan istriku. Oh tuhan, kalau bisa rasa sakit yang dirasakan istriku tolong pindahkan pada diriku. Sembuhkan dia tuhan, aku masih membutuhkan istriku. Aku teramat sangat mencintainya." Revanno Raditya
All Rights Reserved
#11
ochirosdiana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • From Sorrow To Happiness || Mayor Teddy
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • Aku Mati Rasa Perihal Cinta
  • A Snowy Winter
  • Im Momma?    (END)
  • Hidup Wanita Tulang Kuat dalam Keluarga 380°
  • Tangisan Hujanku
  • Reyna Aprillia
  • Beautiful Sunset

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines