"Terkadang, yang paling melelahkan bukanlah kenyataan, tapi asumsi-asumsi yang terus berputar di kepala. Aku menebak tanpa kepastian, menciptakan ketakutan dari hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi. Dan dari sanalah bimbang lahir-bukan dari kebenaran, tapi dari pikiran yang terlalu banyak berandai-andai." Bisma akhirnya menyadari bahwa selama ini dia selalu lari dari kenyataan yang ia hadapi, dengan memunculkan asumsi di kepala. Membiarkan dirinya kalah dengan asumsinya sendiri.
Más detalles