History My Dreams

History My Dreams

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 15, 2021
Ini kisah tentang wanita yang mabuk dengan masa depan. Segala hal di hidupnya penuh dengan target bahkan tidak banyak kesenangan untuknya menjadi salah satu planning to do list di stempel warna warni itu. Kelas 11 IPS-3. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa ips adalah kelas terburuk yang ada di SMA. apalagi dengan tambahan angka setelah kata IPS, mampu membuat diri anak ips dinilai baik dan buruknya. Safia Zahra ia adalah siswi dari kelas 11 IPS-3. Awalnya Zahra merasa malu berada di kelas ini, karna pendapat orang yang begitu buruk terhadapnya.Tapi hal itu sungguh menjadi tantangan bagi Zahra untuk membuktikan tentang pandangan mereka tidak akan seburuk yang ia alami. And yeahh ... aku ingin menyajikan sebuah cerita, untuk membuktikan bahwa pandangan mereka salah.
All Rights Reserved
#550
inspiration
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Class: ExSiFo
  • Science and Social
  • Crazy Classmates |END✔|
  • Without You
  • IPS 1 ✓
  • IPA VS IPS [END]
  • Kanaya dan dunianya
  • IPS Naik Pangkat
  • Cinta idiot ❤

Ditempatkan di kelas yang dijuluki kelas keramat dan tak memiliki masa depan, membuat 24 anak itu menolak dengan keras. Bahkan peringkat 5 besar dalam satu angkatan yang seharusnya berada di kelas XI IPA 1, kini juga terdapar di kelas yang dipandang sebelah mata itu. Membuat hubungan pertemanan mereka tak bisa berjalan dengan mulus. Hinaan, cacian, ujaran kebencian seolah menjadi hal yang wajib mereka lontarkan kepada sesama penghuni kelas. XI IPA 4 Tempat dimana awal kisah mereka bermula. Segala masalah yang mereka terima tanpa mengetahui alasannya, ternyata memiliki dampak baik bagi mereka. Berusaha keras mengembalikan citra baik kelas, meski begitu banyak cobaan yang mereka temui sepanjang perjalanan. Hingga terungkaplah sebuah fakta yang cukup mengejutkan seisi sekolah. Akankah ke-24 siswa-siswi itu mampu berdamai dengan keadaan dan menjadi teman? Akankah mereka mampu mengembalikan citra baik kelas? Bagaimana lika-liku perjalanan mereka? Mari kita ikuti perjalanan mereka menuju kedamaian yang awalnya terasa tidak mungkin untuk terjadi~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines