Ingatan Setelah Usai

Ingatan Setelah Usai

  • WpView
    LECTURAS 255
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, nov 25, 2021
Kumpulan Prosa Akhirnya kita selesai dan berjalan masing-masing lagi. Kamu yang sudah tak punya rasa di hati atau aku yang terlalu memaksa bertahan padahal sudah enggan membersamai. Tak menyangka; secepat ini harus usai-mengingat semua ucapan dan janji yang pernah kita rangkai, ternyata itu hanya imajinasi dan ilusi. Meskipun ini berat untukku tapi aku mencoba untuk sadar diri bahwa sebaik apapun aku; sekeras apapun aku mencoba menahanmu jika kau tak lagi menemukan nyaman di pelukku; aku merelakanmu.
Todos los derechos reservados
#381
selesai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Ruang Ingatan (End)
  • Almost.
  • harapan yang pupus
  • Sasmita Nivriti
  • PERLINA
  • Memori (End)
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • Enigma Sebuah Perasaan (End)
  • Cinta Berbalut Puisi

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido