Pelengkap Diriku

Pelengkap Diriku

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 5, 2024
"Kamu yang menolong zahra ya"ucap umi. "Iya bu, emm bagaimana keadaan Zahra bu apa dia baik-baik saja"ucap Alwi Umi yang ingin menjawab ucapan Alwi, seseorang menjawabnya terlebih dahulu. "Baik kok, emang luka saya begitu parah sampai kamu kesini dan menjenguk saya"ucap orang itu sambil berjalan kearah Alwi dan umi. "Zahra kok bicaranya gak sopan gitu. Dia kan yang menolong kamu waktu itu, bukannya berterima kasih kok di omelin"ucap umi. "Maaf um, dia ini bukan hanya nolongin Zahra tapi yang menabraknya juga"ucap Zahra. "Tapi dia kan sudah bertanggung jawab dengan cara mengantarkan kamu ke sini, minta maaf sekarang sama dia"ucap umi. "Zahra, umi bilang apa tadi minta maaf sekarang"ucap umi sekali lagi. Zahra pun dengan terpaksa ia meminta maaf kepada Alwi. "Maaf"ucap Zahra singkat. Alwi hanya bisa menganggukkan kepalanya. "Emm bu saya kesini hanya ingin melihat kondisi Zahra.." "Kamu sudah melihat kondisi saya kan? Sekarang, kamu pergi"ucap Zahra. "Zahra"tegur umi. "Tunggu apa lagi sana"ucap Zahra tanpa menghiraukan teguran Umi. Umi lagi lagi hanya bisa meminta maaf kepada Alwi. "Maaf ya nak atas kelakuan Zahra sama kamu, sebenarnya dia baik kok gak seperti itu kelakuannya"ucap Umi "Gak apa-apa bu, emm kalau begitu saya pamit ya bu. Oh iya ini ada brownis buat ibu dan anak panti disini"ucap Alwi sambil menyerahkan kresek berisi brownis kepada ibu panti. Zahra yang melihat kresek itu langsung mengambilnya, sungguh ia sangat suka brownis. "Zahra, gak sopan ih main ambil-ambil gitu aja"ucap Umi. "Maaf um, makasih brownisnya"ucap Zahra lalu ia masuk kedalam. Alwi yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. "Perempuan ini, bikin naik darah aja. Tapi waktu itu dia lembut banget kok sekarang galak ya, au ah"batin Alwi
All Rights Reserved
#31
sholeh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ✓ Nyonya Ji Ingin Bercerai
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • Antara Dua Hati
  • PERANTARA SURGAKU [END]
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Diantara mereka
  • Maaf' (Revisi)
  • Cinta Yg Tumbuh Lewat Rahasia

Penulis: Yi Qingmang • 71 Bab Kakek Ji sakit parah, dan keluarga Ji bertengkar di dalam keluarga. Ibu Ji Shi meminta Ji Shi segera menikah demi menyenangkan kakeknya. Tak disangka, Ji Shi yang selalu benci dijodohkan, justru menyetujuinya. Dia sedang bekerja, mengetik di keyboard tanpa mengangkat matanya, "Aku menikah dengan Jing Jing." Sosialita yang mencoba menikah dengan keluarga Ji berpikir masam bahwa orang yang dingin dan sombong seperti Tuan Ji, yang lahir di pasar rias dan terlahir kejam serta berdarah dingin, tidak cocok menjadi seorang suami. * Jing Jing telah mengejar Ji Shi selama tujuh tahun, Ji Shi berpikir bahwa dia mengabdi padanya dan tidak akan pernah meninggalkannya apapun yang terjadi. Setengah tahun kemudian, dia mengetahui tujuan pria itu menikahinya dan dengan marah menampar wajahnya dengan perjanjian perceraian. * Jing Jing belajar di luar negeri selama tiga tahun. Pada hari dia kembali ke Tiongkok, Ji Shi dengan paksa membawanya pergi dari bandara. Dia ingin menekannya ke dalam tulang dan darahnya. Dia menciumnya tanpa malu-malu dan berbisik ke telinganya: "Kamu sudah dewasa, Nyonya Ji, dan kamu ingin bercerai kecuali aku mati." Jing Jing mengertakkan gigi: "Ji Shi, kenapa kamu begitu bau dan tidak tahu malu!" Ji Shi mengangkat alisnya sedikit, mengangkat sudut mulutnya, dan bertanya, "Apakah bau itu berkeliaran di kepalamu tanpa malu-malu?" Jing Jing: Bagaimana aku bisa menghentikan pria jalang ini menggunakan kata-kata kotor yang kuucapkan padanya saat aku masih muda dan cuek? Ji Shi: Kamu terus mengatakan kamu mencintaiku selamanya. Ah! wanita! Teater kecil: Dalam sebuah wawancara, seorang reporter bertanya kepada Ji Shi: "Tuan Ji, siapa yang bertanggung jawab di keluargamu?" Ji Shi mengerutkan bibirnya dan berkata perlahan: "Jing Jing yang membuat keputusan." Setelah jeda, dia menambahkan: "Kecuali perceraian, aku akan mematuhinya." Jing Jing: ...Kamu pembohong, terkadang kamu juga tidak mau mendengarkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines