Story cover for Rasa yang Mati by Nagestinifa
Rasa yang Mati
  • WpView
    LECTURES 61
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 15
  • WpView
    LECTURES 61
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 15
En cours d'écriture, Publié initialement nov. 14, 2021
Perilaku seorang ayah merampas kebahagiaan kakak beradik, Danica dan Aryan. Kematian ibunya bukan semata-mata karena sakit, melainkan ditambah skandal ayah berselingkuh. Kehidupan Danica dan Aryan langsung berubah sepeninggal ibu, ayah menikah dengan selingkuhannya, meninggalkan Danica dan Aryan berdua. Sifat ayah berubah drastis, dia menjadi sosok laki-laki yang membuat Danica mati rasa, membuatnya sulit percaya dengan makhluk laki-laki.

Danica dan Aryan hidup beriringan dengan gejolak batin yang tidak kunjung selesai. Danica harus bekerja untuk menghidupi dirinya dan Aryan. Sementara Aryan selalu mencoba membantu Danica meskipun cara yang dia lakukan ditentang keras oleh Danica. Tapi apa boleh buat, hanya itu yang Aryan bisa.

Ditengah hiruk pikuk kehidupannya, muncul laki-laki yang perlahan menghidupkan perasaan Danica. Adyatma, laki-laki yang hampir 1 semester mendekati Danica. Hubungan mereka berakhir bersama dengan tempo pelan-pelan, mengingat masalah yang mengikuti Danica. Dyatma mengetahui semua permasalahan Danica, dia selalu berusaha ada di sisi Danica. Belum tahu akhir dari ini semua bagaimana, mereka hanya menjalani apa yang sudah ditakdirkan dengan dibumbui usaha.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Rasa yang Mati à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#3danica
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Forever mine, écrit par AuroraSecretum
58 chapitres En cours d'écriture
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
I'm Not Just a Figuran, écrit par izza21_b
60 chapitres En cours d'écriture
Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Forever mine cover
The Time cover
The Villain's Favorite Chef cover
ENVELOVE cover
EXTRAORDINARY Figuran cover
RADEN cover
Little Prince  cover
Leonard cover
RETAK: Sisi Lain Galen cover
I'm Not Just a Figuran cover

Forever mine

58 chapitres En cours d'écriture

Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.