GURU POSESIF MINA

GURU POSESIF MINA

  • WpView
    LECTURAS 887
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, dic 12, 2021
Berawal dari benci kisah ini dimulai. Lalu cintalah yang akan mengakhiri ini semua. Cerita ini dibuat untuk mengenang kejadian-kejadian itu. Semoga kalian bisa merasakannya meski hanya dari kata-kata. Aku berharap cerita ini yang kalian cari meski sedikit yang bisa kuberikan. Ketika Pak Jeno sang wali kelas bertemu Mina sang wanitanya
Todos los derechos reservados
#754
ceritacinta
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kia larasati fortuna
  • Jika Langit Tak Pernah Lelah
  • My Teacher Is My Soul Mate
  • MY HAPPINESS (END)
  • Gregain [end]
  • DIARY CINTA Calista
  • Bucin Part 1 (Sudah Open Pre-Order)
  • Anak Sekolahan ( END ) ✔️
  • Pak Denta Sarange! (On Going)
  • My Lovely Beauty Teacher

Kia Larasati Fortuna adalah gadis cantik dengan rambut sepunggung yang sekarang duduk di bangku kelas 2 SMA mulia, gadis yang selalu ceria dan ramah kepada siapapun. Kia termasuk gadis di SMA itu yang selalu menjadi langganan guru BK karena selalu menggunakan aksesoris yang tidak sesuai dengan ketetapan aturan SMA itu, tetapi meskipun begitu Kia selalu menjadi langganan juara di kelasnya. Itu yang membuat guru-guru di SMA itu heran terhadap Kia, anak yang mempunyai nilai akademik tinggi tetapi sering tidak mengikuti aturan di SMA itu. ********** "Lagi-lagi kamu datangnya selalu mepet kia, coba kamu belajar untuk datang lebih pagi lagi," tegur pak Tono guru Bahasa yang selalu ada di depan gerbang sekolah melihat dan mengawasi siswanya. Pak Tono adalah guru Bahasa Kia yang berusia hampir 50 tahun. Ia terkenal disiplin dalam menjalankan aturan di sekolahnya dan galak jika siswa itu melanggar. Sehingga siswa SMA itu lebih memilih mematuhi aturan ketimbang harus berurusan dengan pak Tono. "Lihat sabuk yang kamu pakai, tali sepatumu, belum lagi rambutmu yang warna coklat itu, pakai baju di keluarkan lagi, ini peringatan terakhir ya buat kamu Kia," tambah bapak yang memakai kacamata itu. "Siap pak, saya gak ngulangin lagi deh. Saya ke kelas dulu ya pak," ujar Kia tersenyum memelas meninggalkan pak Tono yang masih berdiri di depan gerbang sekolah. Dari seberang jendela kelas terlihat sosok mata yang mengaggumi gadis itu, matanya tak henti melihat gerak-gerik gadis cantik itu. *******

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido