Cinta Dan Lukanya

Cinta Dan Lukanya

  • WpView
    LECTURAS 26,722
  • WpVote
    Votos 2,208
  • WpPart
    Partes 94
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, mar 16, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
"Genggam cinta ini dan hempaskan semua dendam itu, karena cinta tak mungkin tumbuh, jika rasa dendam yang tersisa masih begitu dalam." ° ° ° ° "Kamu sakit apa? Ngomong dong mas, cerita. Selama kita nikah kamu gak pernah cerita kehidupan kamu sedikitpun ke aku, kenapa sih? Aku ini istri kamu loh," ucap wanita paruh baya, yang kini sudah tak mampu lagi untuk menahan air mata karena terlalu khawatir dengan kondisi lelakinya "Tapi saya gak pernah menganggap itu. Dan saya akan cerita ditempat yang menurut saya aman, dirumah yang bila mana saya berada didalamnya akan terus merasa nyaman. Dan itu....." "Dan itu pastinya bukan aku," potong wanitanya, pada seorang yang sedari tadi memberi tatapan elang padanya Wanita yang selalu terlihat tegar dihadapan siapapun itu. Kini, runtuh. Saat mendengar perkataan yang baru saja lelakinya lontarkan, bahwasanya tidak mengganggap dirinya sebagai seorang istri. Lelaki yang selama ini selalu ia kasihi penuh, dengan akar cintanya yang setiap waktu tidak berhenti tumbuh, namun seperti itu balasan yang diberikan. Kini terlambat, berat untuk beranjak lebih jauh. Ia sudah terlalu dalam, karena baginya lelaki tersebut bukan hanya belahan raga maupun jiwanya. Tapi juga, jika dia harus kehilangan seluruh tetes darahnya demi lelaki itu, maka dia bisa memastikan tidak akan muncul rasa penyesalan nantinya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • A New Beginning
  • Kirana: Aku Bukan Simpanan
  • NEYSHA'S NOTE
  • Capricorn
  • Prince Untuk Alea
  • Perfect Love
  • BALADA KEHIDUPAN

Hidup yang dirasa sudah cukup happy bagi seorang adelia dengan menjadi budak corporate, punya keluarga yang suport, dan teman-teman yang selalu menghiburnya Tapi tidak dengan urusan percintaan, adelia selalu menghindari hal-hal yang berbau asmara. cukup menjadi pelajaran dimasa lalunya. Namun hal tersebut yang menajadi bahan bercandaan bagi teman-temannya dan ajang pencarian jodoh untuknya. " del, tadi ada yang liatin lo terus tau" "mana mana" bukan adelia yang menjawab namun teo yang terlebih dulu menyahut, "isshh, mulai keponya" timpal clara "siapa tau jodohnya si adel" "bener tuh kata si teo" balas clara adelia yang tidak berhenti memandang sosok di depannya yang berjalan tegap dengan kedua tangan dimasukan kedalam saku celananya, tatapan dengan sorot mata yang teduh itu sedang menatapnya. Tatapan dengan mata coklat indah yang mampu menenangkan sekaligus meluruhkan setiap yang memandangnya. "how are you adelia?" sapa orang tersebut tersebut Adelia yang hanya mematung menatap seseorang di depannya seperti tidak percaya akan bertemu kembali dengan dia serta mendengar suaranya. Apa dia akan meluruhkannya lagi?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido