Story cover for Meidian by AyuSekarningsih06
Meidian
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 16, 2021
Meidi suka mimpi, tapi mimpi kadang membuatnya kewalahan. Tidak jarang ia harus terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Bahkan karena mimpi, Meidi pernah tertidur hampir seminggu!

Sungguh aneh bukan?

Orang-orang berpikir dirinya terkena serangan jantung saat tidur sehingga membuatnya koma selama berhari-hari membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Tapi mimpi mana yang bisa membuatmu hingga terkena serangan jantung?! Saat bermimpi ia sangat ingat jika itu tidak nyata. Tidak perlu takut. Semuanya akan berakhir saat ia terbangun.

Benar. Sanja saja mengerti. Meskipun dia tidak pernah bermimpi selama tertidur, Sanja selalu paham mimpi itu hanya mimpi. Itu hanya bunga tidur. Tidak perlu dipikirkan.

Yah, memang tidak perlu takut. Tenanglah, semuanya hanya mimpi...
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Meidian to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
The Silent Invasion (END) by shalmhyra_
51 parts Complete
Ketika Everalda membuka mata dan menyadari dia berada di dunia fiksi ini, hatinya langsung panik. "Ini... di mana gue?" bisiknya sambil mengedarkan pandangan, bingung dengan lingkungan barunya. Suara riuh dari luar ruangan semakin membuatnya penasaran. Dia berdiri dengan hati-hati, mencoba mengenali setiap detail ruangan yang tampaknya berasal dari era yang berbeda. Saat ia melihat cermin besar di sudut ruangan, Everalda menyadari perubahan besar yang terjadi. Refleksi di cermin menunjukkan sosok wanita yang tidak dikenalnya-seorang gadis dengan rambut panjang terurai dan gaun mewah yang melorot lembut di lantai. Dia menyadari bahwa dia telah masuk ke dalam tubuh Aleia Chrystella, figuran dalam novel yang selama ini dia baca. Seketika, ingatan tentang alur cerita novel "The Glittering Crown" kembali menghampirinya. Aleia, yang hanya muncul sesekali sebagai teman sekolah Maureen Carmellia, tokoh protagonis, Aleia dikenal sebagai sosok pendukung di dalam cerita. Namun, Everalda kini memiliki kesempatan untuk merasakan langsung kehidupan yang hanya pernah dia lihat dari luar. "Nama lo... Aleia, kan?" Maverick menatapnya dengan dahi sedikit berkerut, seakan ada yang mengganggunya. "Lo kayaknya beda akhir-akhir ini, deh." Everalda merasakan darahnya berdesir cepat. "Oh, Tuhan, jangan sekarang," batinnya panik. Dengan senyum setengah terpaksa, dia mencoba menghindari tatapan Maverick. "Eh, iya... apa sih yang beda? Gue biasa aja kok." Highest Rank : #20🏅 Kehidupan dari 26,4 ribu cerita [14/09/2024] #18🏅 Fantasi dari 71,9 ribu cerita [15/09/2024] #3🏅 Romance dari 450 ribu cerita [16/09/2024] #2🏅 Novel dari 28,9 ribu cerita [16/09/2024] #12🏅 Pertemanan dari 10 ribu cerita [16/09/2024] #1🏅Fiksi Remaja dari 211 ribu cerita [17/09/2024] #4🏅Teenfiction dari 149 ribu cerita [18/09/2024] #3🏅 Pertemanan dari 10,3 ribu cerita [30/11/2024]
You may also like
Slide 1 of 10
Everything Happens for a Reason cover
DAEVILCHEA cover
Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI] cover
Putri Tidur & Mawar Hitam cover
Sampai Kita Jadian - Love on Repeat cover
Alexa [New Version] cover
The Silent Invasion (END) cover
Rumah Dan Teman? [END] cover
LFS 1 - Air Train [END] cover
DREAM cover

Everything Happens for a Reason

12 parts Complete

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.