Meidian
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 16, 2021
Meidi suka mimpi, tapi mimpi kadang membuatnya kewalahan. Tidak jarang ia harus terbangun dengan keringat membasahi sekujur tubuhnya. Bahkan karena mimpi, Meidi pernah tertidur hampir seminggu! Sungguh aneh bukan? Orang-orang berpikir dirinya terkena serangan jantung saat tidur sehingga membuatnya koma selama berhari-hari membuatnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tapi mimpi mana yang bisa membuatmu hingga terkena serangan jantung?! Saat bermimpi ia sangat ingat jika itu tidak nyata. Tidak perlu takut. Semuanya akan berakhir saat ia terbangun. Benar. Sanja saja mengerti. Meskipun dia tidak pernah bermimpi selama tertidur, Sanja selalu paham mimpi itu hanya mimpi. Itu hanya bunga tidur. Tidak perlu dipikirkan. Yah, memang tidak perlu takut. Tenanglah, semuanya hanya mimpi...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Our Home Lost in This House
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • Antara Cinta Dan Takdir Semesta
  • Putri Tidur & Mawar Hitam
  • Eventyrlivet
  • Cokelat Kacang [Selesai] [TIDAK REVISI]
  • LFS 1 - Air Train [END]

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines