Seperti Takdir Kita Yang Tulis

Seperti Takdir Kita Yang Tulis

  • WpView
    Reads 93
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 17, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Seperti Takdir Kita Yang Tulis " Jangan membuat seorang seniman jatuh cinta jika tidak ingin abadi didalam karyanya " a novel by Mellifluous ----------------------------------- Benarkah dalam sebuah hubungan orang lama akan selalu jadi pemenangnya? Itu adalah sebuah kalimat yang mungkin belum Acel temukan jawabannya, Seperti dipermainkan oleh takdir bagaimana mungkin saat ini ia tiba-tiba dihadapi dengan dua pilihan antara seseorang di masa lalu dan di masa depan sekaligus? Akankah Acel menemukan jawaban atas pertanyaan nya di jogja tempat dimana semua hal bermula dan juga berakhir? ----------------
All Rights Reserved
#6
euforia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • My Memories
  • SWEET CHAOS: DARI PACARAN SAMPAI PELAMINAN
  • Dimensi Cinta AttaRicis
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • Rahasia Cinta
  • break up and get back together
  • Stay With Me ✔

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines