We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Replace

Replace

  • WpView
    Reads 117
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 12, 2021
WpInfo
Fiction
Mystery
Suatu malam, aku didorong jatuh dari atap gedung sekolah. Untungnya aku selamat. Namun, saat aku membuka mataku, entah mengapa aku menyaksikan tubuhku yang terkapar berlumuran darah di teras, dengan jelas aku melihat wajahku yang tersenyum sembari mengucapkan sesuatu, "aku berhasil menyelamatkanmu." Seketika aku merogoh saku dan kudapati sebuah cermin di dalamnya, dengan tangan gemetar aku membuka cermin itu dan perlahan menatap penuh khawatir. Betapa terkejutnya diriku hingga mataku membelalak seolah tak percaya, kudapati diriku kini bukan lagi seorang siswa SMA dengan rambut coklat bermata bulat, melainkan berganti dengan sosok gadis cantik yang tadinya sempat kulihat hendak menolongku. Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuh diriku dan membalas kebaikan gadis ini, Su Ruiqi, itu nama yang tertera di papan nama pada saku seragam sekolahnya. Terdapat 30 orang siswa di kelasku, 11 di antaranya adalah wanita. Salah satu dari mereka adalah pelakunya.
All Rights Reserved
#87
mandarin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE VIP : GOLDEN HIGH SCHOOL
  • Secret | Treasure ✓
  • Starter | One | TXT | ✔️
  • Shivviness[END]
  • [END] Berpakaian sebagai objek cinta rahasia rumput sekolah
  • Failure . ℅
  • Ssstt! They're here! ✓
  • THE SECRET OF RELYAN
  • Bloody Day ✔

Sekolah. Sekedar- ladel atau judul untuk bangunan yang menjulang tinggi yang menerima ratusan remaja yang katanya menuntut ilmu pendidikan. Apa itu sekolah? Yang ia tahu tempat ini adalah jelmaan neraka yang menggerogoti jiwa pelan-pelan. "Lo!!! Benar-benar licik!!" Teriakan itu meledak ke udara penuh emosi yang tidak bisa di jelaskan. "Hahahaha." Tertawa menggema, palsu, dan nyaring. Tangan terangkat menghapus jejak air mata gaib, padahal tidak ada air mata yang turun dari netra cokelatnya, mata itu kering tangis itu hanya sandiwara. Tawanya padam secepat kilat, seketika wajah itu berubah serius, seolah tidak pernah mengenal tawa. "Thanks for the praising to me." Wajah yang tadinya tertawa ceria langsung tergantikan dengan wajah yang berubah dingin, bahkan aura mengintimidasi mencekam lawan. "Gue nggak suka basa-basi," katanya pelan tapi menusuk. "Keluar dari sekolah ini dan point lo untuk gue! Atau......." Senyumnya miring dan beracun terukir. "Scandal lo gue sebar," tersenyum smirk. Menatap wajah gadis di depannya yang sudah pucat. "Lo ngancem gue??" Sebisa mungkin siswi bernama Velena itu terlihat berani. Ia tidak mau kelihatan takut di depan gadis dengan tai lalat di ujung mata kanannya itu. "No!" "Hanya memberikan saran," ujarnya santai." Saran gue ini bagus, nyelametin lo dari rasa malu, kedepannya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines