LOVE As Kiddy

LOVE As Kiddy

  • WpView
    LECTURES 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., oct. 23, 2022
Thalia, menumpuk rasa dalam dada. Fathan, menumpuk rada dalam kepala. Keduanya saling mengumpulkan, memupuk tanpa mengutarakannya. Jauh untuk bisa merealisasikannya. Orang bilang, mereka ini harus banyak belajar, belajar jujur terhadap diri mereka sendiri. Belajar memahami, suatu ilmu tentang hati. Menyampingkan ego untuk bisa saling memiliki, menggunakan watak asli untuk saling melengkapi, bukan saling membenci. Dasar anak kecil.😏
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUNGA KEMBALI
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Pertemuan yang tidak disengaja [ END ]
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • REYFAL
  • Takdir Kita Berbeda
  • 31 Months for You (Revisi)
  • The Bloodless
  • imperfect steps

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu