ALGAZAFRAN

ALGAZAFRAN

  • WpView
    Reads 3,665
  • WpVote
    Votes 302
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 26, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!] Wanita itu menarik napasnya dalam-dalam, sambil memejamkan matanya. Melawan manusia seperti Alga memang membutuhkan tenaga yang ekstra. "Gue benci lo, Alga!" Pria itu menghentikan aktivitasnya, lalu menatap lawan bicaranya. "Gue lebih benci lo, Lia! Bahkan dunia dan seisinya belum cukup untuk mendeskripsikan rasa benci gue ke lo," ucapnya dengan tatapan yang datar. Sangat datar. Memang manusia tanpa ekspresi. *** Namanya Algazafran. Sosok pria dengan kepribadian cuek dan dingin, ini, merupakan siswa berprestasi di SMA Angkasa. Selain otak yang cerdas, Alga juga terlahir dari keluarga yang kaya, serta memiliki paras yang tampan. Jadi, tak heran jika Alga memiliki banyak penggemar. Namun apa daya, kecerdasan yang Alga miliki tak bisa merubah sikap kedua orangtuanya. Orangtuanya yang egois, dan selalu menyampingkan perasaan Alga. Siapa sangka, kehidupan Alga mulai berubah semenjak ia kenal dengan wanita bernama Camelia. Camelia Adzkya Misha, sosok wanita yang cantik, hiperaktif, cerewet, dan pastinya tidak pernah mau kalah dengan Alga. Dan poin pentingnya, Camelia juga memiliki otak yang cerdas. Lalu, bagaimana kelanjutan kisah Alga dan Camelia? Mari temukan jawabannya hanya di cerita 'ALGAZAFRAN' oleh maritsanurahmi.
All Rights Reserved
#29
camelia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • UNDER YOUR SHADOW
  • LDR || Lo Dan Rindu [END]
  • A Symphony of life
  • ALTHA
  • Satha
  • ALGAFA
  • 𝐋𝐨𝐯𝐞 𝐒𝐭𝐫𝐮𝐠𝐠𝐥𝐞 ✔
  • DARA FOR IGMAL
  • 90 Hari Mengejar Cinta Alvaro[End]

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines