HI School Spionase

HI School Spionase

  • WpView
    Leituras 854
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, fev 22, 2025
WpInfo
Ficção
Ação e Suspense
Langit Biru P terpaksa menjalankan misi yang dibebankan kepadanya dengan menyusup masuk ke SMA Wiramandala. Sebenarnya itu tidak akan menjadi masalah seandainya dia melakukan penyusupan seperti biasa. Yang jadi masalah adalah dia harus berkamuflase menjadi anak SMA di sana. Ckk! Yang benar saja. 🚓🚓🚓 Rangga Sutiyoso, atasanku, melemparkan tumpukan berkas itu tepat di depanku. Untung saja tumpukan itu tidak mengenai wajahku. "Kamu lihat itu, Langit!" Dia mulai mengomel sambil menunjuk berkas-berkas itu, "Bagaimana mungkin divisi kita," Kalian dengar itu? Dia menekankan divisi kita. Divisi kita dengan nada yang sangat berat. "...dipermainkan oleh segerombolan anak SMA? Kamu dengar itu Letnan? Anak SMA?" Aku membuka lembaran berkas yang kini ada di tanganku; melihat beberapa nama dan wajah yang tertera di sana. "Beri saya waktu, Pak. Saya akan segera meringkus mereka." Dia tersenyum penuh arti. Kalian lihat itu? Jika dia sudah tersenyum seperti itu, biasanya akan ada 'bencana'. "Ya, Letnan. Tentu saja memang seperti itu." Dia kembali berkata, "Kamu memang harus meringkus mereka. Tapi, kali ini tidak dengan cara biasa..." Aku mengerutkan dahi. "Apa maksud Anda, Pak?" Perasaanku sudah mulai tidak enak. "Aku ingin kamu menyusup ke sekolah itu, Letnan Langit." Aku mengerutkan dahi. Ini... "Tentu saja dengan kata lain..." Sebuah seringai muncul di wajahnya. Ini mulai terasa seolah kau mendengar seseorang menarik pelatuk dengan selongsong terarah ke kepalamu. Aku jadi merasa tidak enak. Benar-benar merasa tidak enak. "Dengan kata lain ... kamu harus, menjadi siswa SMA lagi, Letnan." Tuh kan!? Aku mengeluh di dalam hati melihat dirinya yang tersenyum lebar. Yang benar saja, ini benar-benar bencana. 🚓🚓🚓 Source pic : Google
Todos os Direitos Reservados
#15
undercover
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • GHAVARI
  • Asya Amarra [ By astar1913 ]
  • LANGIT KALA SENJA (Revisi)
  • Rannia√
  • JASA [TAMAT]
  • Meet Me at the Basement
  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • RUNAWAY
  • LangTari (Sudah Terbit)
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
GHAVARI

Sejak awal, Ghava tidak pernah membayangkan namanya akan berdiri di depan barisan OSIS, memakai jas hitam dengan logo sekolah di dada. Ia anak yang lebih suka duduk di belakang, bercanda dengan teman, dan pulang tepat waktu untuk sekedar berlatih basket. Semuanya berubah karena satu formulir pendaftaran yang diisi diam-diam oleh temannya. "Biar seru aja Va. Masa OSIS isinya orang itu-itu lagi," ujar temannya kala itu, sembari tertawa dan menyerahkan berkas itu ke panitia tanpa sepengetahuan Ghava. Ghava mengira itu hanya lelucon. Sampai hari pengumuman. Nama Ghava Adimas Praharja tercetak paling atas. Terpilih sebagai Ketua OSIS periode ini. Bukan karena visi misi. Bukan karena pidato yang menggelegar. Tapi karena keisengan temannya yang berujung tanggung jawab besar. Di minggu-minggu pertama, Ghava kewalahan. Rapat yang tak ada habisnya, proposal yang harus dikejar deadline, acara Porsema yang menuntut dia turun langsung sebagai pemain basket sekaligus penanggung jawab supporter. Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo