HIRAP
  • WpView
    Reads 454
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 5, 2022
Chengxin kira, keluarga yang kembali lengkap akan membawa kebahagiaan baginya, meskipun melalui orang baru. Pada kenyataannya, lagi-lagi harapan itu harus patah sebab tak ada yang benar-benar peduli padanya. kasih sayang yang selalu ia dapatkan, kini harus sirna semenjak kepergian sang mama. akankah kebahagiaan itu bisa kembali ia dapatkan? atau justru lenyap, hirap bersama masa lalu. [Cerita ini murni karangan dan imajinasi penulis. Harap pembaca bijak dalam membedakan fanfiction dengan kehidupan nyata idol]
All Rights Reserved
#6
dingchengxin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 不忘 - Can't Forget (QiXin - WenXuan - WenXin) [END]
  • Membiru || Han jisung
  • Little Things We Share (Bahasa Indonesia)
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Promise [Sequel of My Stupid Park Chanyeol]
  • Bad Daddy!
  • 𝟏𝟒 𝐭𝐡𝐢𝐧𝐠𝐬 𝐚𝐛𝐨𝐮𝐭 𝐲𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐨𝐱𝐢𝐚𝐧𝐠
  • Become an Extra or Main Character [END]

"Bagi orang-orang yang menerima hak istimewa, maka kesetaraan sama artinya dengan sebuah penindasan" Jika saja Ia telah selesai dengan kematiannya setelah ini, bukankah artinya dosa yang Ia tanggung telah terampuni? Maka bolehkah di kehidupan berikutnya, Chengxin hidup dengan layak? Tanpa rasa bersalah untuk jatuh cinta dan dengan keberanian serta hak untuk menolak segala macam penindasan. "Langit tidak pernah membeda-bedakan apapun itu. Entah dari suku manapun mereka berasal, dewa manapun yang mereka puja, negri manapun yang mereka pijak, langit tidak akan menghakimi perasaan seseorang" "Tapi di sini hanya ada hukum kerajaan dan tidak ada hukum langit" "Karena itu aku akan membawanya pergi. Ke tempat dimana hukum kerajaan tidak bisa menyentuh tanah itu" Seorang wanita penghibur yang melahirkan anak seorang Kaisar adalah sebuah kejahatan. Pada kenyataannya, Ibunya memilih melakukan kejahatan itu demi Chengxin. Begitupula dengan Nyonya Ma yang melakukan kejahatan demi putranya. Dan mungkin menjadi tumbal dari kejahatan itu adalah hukuman yang harus Chengxin tanggung, atas kejahatan ibunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines