Story cover for Imago Sumatera by PeliaAtaza
Imago Sumatera
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Nov 18, 2021
Cerita persahabatan dengan latar  masa penjajahan
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Imago Sumatera to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Mulawarman : Gerbang Waktu Mahakam [END] cover
Let's Be An Elite Extra! [END] cover
Pernikahan Militer di Pulau Tahun 1970-an: Kehidupan sebagai Ibu Tiri cover
The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel" cover
𝘽𝙚𝙖𝙪𝙩𝙞𝙛𝙪𝙡 𝙏𝙞𝙢𝙚 || 𝙋𝙞𝙚𝙧𝙧𝙚 𝙏𝙚𝙣𝙙𝙚𝙖𝙣 {Revisi} cover
Kena---nga: Mbalung Janur cover
Saya menghidupi 200.000 pasukan perbatasan dengan bertani cover
Para ibu generasi tahun 60-an dimanipulasi secara mental, dan seluruh keluarga m cover
The Untouchable Duchess (End) cover
Tahun 1970-an: Berpakaian seperti umpan meriam, menjual keluarga saya dan pergi  cover

Mulawarman : Gerbang Waktu Mahakam [END]

67 parts Complete

Kirana hanya ingin satu hal, lulus kuliah tepat waktu. Tapi rencananya berantakan saat dosen killer-nya menolak mentah-mentah judul skripsinya tentang kerajaan di Jawa. "Cari judul yang belum banyak dibahas. Kerajaan Hindu di Indonesia bukan cuma Majapahit," tegas sang dosen. Nama Kerajaan Kutai pun muncul untuk pertama kalinya di kepala Kirana. Awalnya, ia mengira ini hanya riset biasa, sampai sebuah perjalanan ke Museum Mulawarman di Tenggarong mengubah segalanya. Dentuman aneh di telinga, gelang emas bertuliskan namanya dalam aksara kuno, dan sekejap cahaya emas menyeret Kirana melintasi ribuan tahun silam, tepat ke hadapan Maharaja Mulawarman, sang penguasa agung Kutai Martadipura. Terjebak di masa lalu, Kirana dianggap sebagai titisan dewi karena wajahnya menyimpan rahasia masa lalu sang Raja. Sementara itu, Maharaja yang bijak sekaligus misterius, perlahan terpikat oleh keberanian gadis asing itu. Dari rasa ingin tahu, tumbuhlah cinta yang seharusnya mustahil di antara dua garis waktu. Namun, Kirana sadar kehadirannya mulai mengancam tatanan sejarah. Setiap jejak yang ia tinggalkan mulai mengubah apa yang seharusnya tertulis. Kini, ia berada di persimpangan paling sulit: Menetap di sisi Maharaja namun membiarkan sejarah hancur, atau merelakan cintanya demi mengembalikan takdir pada tempatnya.