Catalina || Demon Never Die ||

Catalina || Demon Never Die ||

  • WpView
    Reads 40
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 24, 2022
Mereka yang sering dianggap tidak nyata atau hanya sekedar fiksi. Bahkan banyak yang menganggap mereka hanya khayalan semata. Tapi, malam itu kami dihadapkan oleh kenyataan. Ketika suara melengking seorang perempuan mengalun, jerit pilu mengerang kesakitan. Didepan mataku, dan seluruh mata penduduk lain. Kami melihatnya. Tubuh yang meregang nyawa, ditangan seorang anak perempuan dengan mata merah bak darah, kulit pucat, serta taring panjang yang masih menusuk tepat di leher seorang wanita paruh baya. "Sial.." "TANGKAP MONSTER ITU!!" "Tuhan... Cobaan apa lagi ini" "Dia.. tewas" "Kau boleh balas dendam, tapi lakukan dengan bijak, jangan karena terpancing emosi hingga bisa membahayakan nyawa mu sendiri" CW/TW: Blood Harsh words Typo(s) A little bit NSFW stuff Don't like? Don't read Votment juseyo
All Rights Reserved
#2
catalina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NCT Vampire [Jeno Harem] ✓
  • Psycho Party
  • Thrilling Life With Vampire #Book 1
  • KAELVOSS
  • Misteri Si Cantik Jubah Merah [ END ]
  • My Love For Vampire.
  • HEI, BODYGUARD! (A Secret) ✔
  • Supernatural Teen
  • Jeff || The Devil Second Lead (End)

Dalam gemerlap impian yang membawanya ke dunia hiburan, Jeno melangkahkan kaki ke SM Entertainment, berharap menemukan takdirnya sebagai seorang idol. Hari-hari berlalu dalam kesibukan-latihan yang tiada henti, tuntutan yang semakin berat, dan ambisi yang perlahan mengikis batas antara mimpi dan kenyataan. Hingga suatu malam, di antara keheningan yang membalut dorm, Jeno terbangun dengan kantuk yang masih melekat. Haus yang mengganggu membawanya melangkah ke dapur, membelah gelapnya lorong dengan langkah pelan. Namun, di sana, dalam temaram cahaya kulkas yang terbuka, ia tanpa sengaja bertemu dengan salah satu rekannya. Ada sesuatu yang berbeda dari cara rekannya itu menatapnya-sorot matanya tajam, nyaris mendekapnya dalam ketegangan yang tak kasat mata. Kemudian, dengan suara pelan yang menggetarkan udara di antara mereka, rekannya berbisik, seakan mengungkapkan sebuah rahasia yang hanya dirinya yang tahu. © 32.382 Word © 110824 © FanFiction

More details
WpActionLinkContent Guidelines