Story cover for Backstreet by amidyra
Backstreet
  • WpView
    Membaca 19,206
  • WpVote
    Vote 1,549
  • WpPart
    Bab 11
  • WpView
    Membaca 19,206
  • WpVote
    Vote 1,549
  • WpPart
    Bab 11
Lengkap, Awal publikasi Nov 18, 2021
Kalau Sabrina pulang bareng Arka, maka dirinya harus berjalan keluar kantornya, menyeberangi jembatan layang, lalu turun, berjalan lagi di trotoar tak ramah pejalan kaki hingga memasuki arena pertokoan lalu berhenti ketika sampai di depan kedai mie ayam. Arka sendiri yang mengendarai mobil keluar dari parkiran kantor harus berkendara dan putar balik untuk sampai ke seberang, lalu masuk ke daerah perumahan sampai tempat ia biasa bertemu Sabrina menunggu. Hal itu semata-mata dilakukan supaya nggak ketahuan sama teman kantor mereka. 

Yap, kisah singkat apalagi ini kalau bukan soal backstreet. Pacaran dengan rekan sekantor tapi diam-diam. Jadi jangan bilang-bilang pak bos ya.

***

Bahasa Indonesia. © Ami 2021.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Backstreet ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#808officeromance
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 9
PUKAU (Complete) cover
Story Of Divya (REPOST 2021) cover
[TELAH TERBIT] Life Outside The Box cover
Copy of Life cover
Two Come True cover
Cinta Dikejar Deadline  cover
Titah Agung cover
Days After We Met cover
My New Boss (Completed) cover

PUKAU (Complete)

67 bab Lengkap

"You're always driving me crazy, Sabrina." kata Parameswara sungguh-sungguh. Sabrina menghela nafas. Entah untuk ke berapa kalinya di malam menuju tahun baru ini. Dia berbalik. "You'll stop soon." katanya dingin. • • • Dua insan yang benar-benar berbeda. Dijahili oleh semesta untuk dipertemukan. Parameswara Dwiki Laksono. Wara aja deh. Laki-laki berotak terbalik dan hobi centil ke cewek-cewek. Ya tapi typical cowok gini, pasti ganteng. Nggak garing-garing amat sih, tapi cukup lah untuk bikin bos baru di kantor-nya uring-uringan seharian. Sabar ya, Sabrina. Sabrina Hatari, atau Sab saja deh. Si "living statue" kalo kata Parameswara. Sisi independennya tiba-tiba goyah ketika mulai mengenal salah satu karyawan di kantor barunya, 24/7 harus rela menghadapi kegilaan-kegilaan masterpiece yang dipersembahkan hanya untuknya. Jangan menyerah ya, Parameswara.