TITIK KOMA ( ; )

TITIK KOMA ( ; )

  • WpView
    Reads 261
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 21, 2022
Jangan meminta pulang jika, tuhan belum mengijinkanmu untuk pulang. Titik koma (;). Titik koma menggambarkan kelanjutan. Penulis biasanya menggunakan simbol semicolon atau titik koma ketika mereka memilih untuk tidak mengakhiri kalimatnya. Layaknya sebuah cerita dirimu adalah penulisnya dan kalimat itu adalah kehidupanmu. Kamu memilih melanjutkan kalimatmu, dan menulis lebih banyak cerita untuk kamu ceritakan, daripada mengakhiri ceritamu. ⚠️TW⚠️ Cerita ini berisi tentang kesehatan mental, di dalam cerita ada beberapa hal yang tidak boleh dicontoh dan tidak untuk ditiru. Seperti menyakiti diri sendiri, suicide attempt. DISCLAIMER. Jika setelah membaca cerita ini kalian merasa memiliki gejala-gejala yang ada di cerita. Dilarang untuk self diagnose. Dan segeralah meminta pertolongan profesional. _________________________________________ Kannya Lavannya seseorang yang didiagnosa mental illness di usia remaja. Dan mau tidak mau ia harus hidup berdampingan dengan ketiga mental illness itu. Kannya memiliki kehidupan yang kelam juga pilu. Keluarga yang harusnya menjadi tempat pulang ketika Kannya bersedih, lelah, menyerah. Justru menjadi tempat yang mengerikan bagi Kannya. Kannya tak memiliki arti 'teman' yang sesungguhnya selain dirinya sendiri. Atau mungkin ia juga membenci dirinya. BENCI. Hanya kata itu yang ingin Kannya katakan untuk kehidupannya. Kannya benci semua yang ada didalam hidupnya. Kannya benci dirinya. Bersediakah kalian membaca kisah Kannya?
All Rights Reserved
#29
curhat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sebuah Rasa
  • Dewi Anindita
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • Letters for Self
  • Self Injury's(complete)✔
  • LOVE YOURSELF(Hiatus)
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Hopeless

Selamat Membacaa🌾 "Reyyy,"panggil Dimas Aku menoleh, "hmm, kenapa?" "Gak tau kenapa, gue rasa lo tuh unik" "hah unik gimana maksud lo?" tanyaku butuh penjelasan "Gue juga gak tau, tapi menurut gue lo unik" ucap dimas dengan wajah yang gak bisa di tebak. Gak boleh ke pedean hanaa, takutnya dia cuma prank lo. Setelah beberapa saat ku perhatikan lagi ,benar wajahnya serius ini beneran bukan prank. Gue harus gimana? seneng atau sedih? hati gue gelisah "Dim andai lo tau, selama kita temenan gue mulai nyaman, rasa nyaman ini yang tumbuh dengan sendirinya karena lo sering interaksi sama gue, gue berharap lo jauhin gue, tapi sisi lain gue takut kehilangan orang baik kaya lo. Perasaan yang gue rasain, cukup gue sama Allah aja dim yang tau dan harus gue sembunyiin sebaik mungkin. Lagi-lagi gue takut lo jauh dari gue. Walaupun cepat atau lambat lo akan jauh dengan cara lo sendiri" Ya beginilah resiko punya rasa sama sahabat sendiri, suatu saat akan sakit dengan keadaan yang sebenernya gak rela liat dia sama yang lain. Tapi gimana, cuma bisa berdoa aja biar dia dapet yang baik. dan bilang sama Allah, kalo bisa dia sama aku aja hahaha maksa yaa. Kadang pengin bersikap bodo amat, tapi kepo. Kepo malah nyesek. Ahh serba salah. #Friendzone #Keluarga #Fiksiremaja #humor

More details
WpActionLinkContent Guidelines