Dibalik Topeng yang Indah

Dibalik Topeng yang Indah

  • WpView
    Reads 70,007
  • WpVote
    Votes 3,062
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 5, 2022
Dia memutar waktu, berulang kali menjalani kehidupannya, berulang kali bertemu dengan orang yang sama tetapi dengan tubuh yang berbeda, dan berulang kali mati ditangan orang yang sama. Semuanya terus berjalan sesuai yang mereka inginkan, tapi, dia mematahkan garis takdirnya sendiri. Membuat roda kehidupannya terhenti dan melukis garis takdirnya sendiri. Terus melindungi [DIA] yang ada didunianya, berusaha agar [DIA] bisa hidup dengan bahagia karna suatu hal dimasa lalu. Tapi, [DIA] yang dia lindungi malah mengubah genre kehidupannya, membuat mereka [teman-temannya] berubah menjadi sebutan lebih dari sekedar teman, bahkan mereka yang tidak dekat dengannya, menjadi dekat, bahkan melebihi dekat. Termasuk dia yang membunuhku. *** "Apa kau sedang mengumpulkan harem?" "Tidak, aku hanya sedang mengumpulkan sekutu." "... Baiklah, masukkan aku juga kedalam sekutumu itu. " [ Sumber dari semua gambar Pinterest ]
All Rights Reserved
#253
keenan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • President's Wife
  • El and Jerganio (End)
  • MORSE: POSSESSIVE EX
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • GUMI [Completed]
  • Kamu Hanya Milikku
  • Skyline Marriage
  • Heyu : Second Gear
  • The Cold Ceo's Hidden Heir

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines