Adyatsa Rafaela

Adyatsa Rafaela

  • WpView
    LECTURAS 18
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida sáb, nov 20, 2021
" 𝚖𝚊𝚊𝚏, 𝚔𝚊𝚕𝚘 𝚊𝚔𝚞 𝚌𝚞𝚖𝚊 𝚋𝚒𝚜𝚊 𝚋𝚒𝚕𝚊𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚊𝚏. " ... " Gue syok banget liat lo kaya gitu " ujar Meisya dengan suara menahan tangis. " Gue udah berusaha jadi rumah buat lo, tapi balasan lo ke kita kaya gini? KAYA GINI?!". Dafi dengan suara keras di depan El. Elsya, Bara, Bintang, Anatasya dan lainnya hanya berdiam dengan tatapan kosong penuh kecewa yang El lihat saat itu. Saat melihat wajah mereka yang sudah terlihat begitu kecewa, El hanya bisa diam terpaku dengan rasa bersalah nya. " Maafin gue, gue ga bermaksud ngebuat kalian kecewa. " El berbicara dengan tangis yang terseguk seguk.
Todos los derechos reservados
#109
el
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Not You Or Me But We (End)
  • DIVIDED LOVE
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • sifat berbeda? [zeedel]
  • DI DUAKAN KEMUDIAN AKU DI DEWIKAN
  • ALRIN
  • LOVE BETWEEN WARSZ
  • Boyfriend-Kth
  • Korban Broken Home

[Completed] "Maaf kalau lo nggak suka saat gue buat keputusan sepihak kaya gini,maaf juga kalau sikap gue ke elo berlebihan.tapi disini posisi gue adalah pacar elo,jadi wajar kan kalau gue ngelakuin ini?" kay meneteskan air matanya ia tak kuasa menahan rasa panas yang ada di mata dan hatinya melihat kekasihnya pergi dengan wanita lain tanpa sepengetahuaannya. Dafa masih terdiam melihat gadisnya menitihkan air mata,tanpa berkata kata lagi dafa langsung menarik kay kedalam pelukannya. "Sorry,"bisik dafa lirih. Kay melepas peluksn hangat dafa,ia menatap mata pria itu dengan lekat. " kenapa semudah itu lo minta maaf?apakah se-enggak berarti itukah gue dihidup elo?gue capek,beri gue waktu buat mikir ulang tentang hubungan ini.bye."ucap kay untuk yang terakhir kalinya pada siang itu,air matanya terus mengalir tak tebendung. Ia tidak pernah tahu jika mencintai seseorang bisa sesakit ini rasanya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido