RIDHA (persembahan cinta oleh Kadhita)

RIDHA (persembahan cinta oleh Kadhita)

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 7, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
tak pernah terpikir olehku jika takdir membawa diri ini menjadi bagian keluarga ndalem, pondok pesantren Madinatul Ulum. Ponpes tempatku menimba ilmu selama lebih dari sepuluh tahun. Namaku Kadhita Nura Khairina, santri sederhana yang beruntung mendapatkan cinta yang luar biasa dari keluarga guruku. Hingga membawa diri ini menjadi bagian dari mereka.
All Rights Reserved
#144
realita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ning Nabila [SUDAH TERBIT✔]
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • zaujatinya gus azam (END)
  • LENTERA KEABADIAN By Rawnaa
  • Gus Arsya
  • Kisah Kelabu Di Pesantren
  • Permata Bening Sang Abii

#Project_Kolaborasi Genre : Spritual-Romance Penulis : Ferdi Andreas x Rianty Blurb Seakan menjadi dejavu. Kisah yang pernah dialami oleh Ummahnya, juga dialami Nabila. Sama-sama terlibat cinta putra seorang Kiai, memaksa Nabila mengulang kembali sejarah tentang cinta segitiga. Berawal dari saat Nabila Zahira menyantri di pondok pesantren Darrul Qur'an, takdir menuntunnya bertemu Muhammad Bilal Al Zaelani. Putra Kiai tempat ia menyantri. Namun seolah sudah tradisi yang mendarah daging, Bilal dijodohkan dengan anak teman Sang Abah. Perang batin melanda, di saat Nabila harus memilih, mengiyakan niat Bilal memperjuangkan cinta mereka dengan menolak perjodohan tersebut, atau merelakan Bilal untuk Nadira, gadis yang dipilihkan orang tua Bilal yang melainkan adiknya dari Ibu yang berbeda. Namun tetap ada darah yang sama yang mengalir dari seorang Kiai Abdulah. Ayah kandung yang tak pernah lagi hadir dalam hidupnya. Akankah kisah lalu Sang Ummah menjadi kisah di masa depan Nabila? Maju memperjuangkan rasa bersama Bilal, atau mundur seperti Ummahnya dulu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines