CAKRA DAN CYESIA

CAKRA DAN CYESIA

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Nov 20, 2021
WpInfo
Non-Fiction
ok this my cerita don't call me thor,min and call me cici now pantengin terus cakra dan cyesia
All Rights Reserved
#644
happyreading
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKHTA TANPA JIWA
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • {WN} Shadow Slave VI
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Young Parents [Terbit]
  • mela · ˖𖧧
  • MY GHOST ✔️  [Full 21++] Pdf
  • Family sex!?
  • Aya dan Pak Dosen Galak!
  • LEONATHAN (𝙗𝙤𝙮𝙥𝙪𝙨𝙨𝙮 End)

Yogyakarta, 2005. Di usia 29 tahun, Raden Mas Hanggar Arisya merasa hidupnya bukan lagi miliknya. Sebagai pewaris takhta, ia terjepit di antara dua dunia: kecintaannya pada kebebasan modern bersama Alysia Verbeke, kekasihnya yang berjiwa liberal, dan tuntutan kolot para sesepuh keraton. Bagi keraton, Alysia adalah ancaman. Wanita keturunan pahlawan-Belanda itu dianggap terlalu liar dan tidak akan sudi tunduk pada protokol paugeran yang kaku. Paman Hanggar, KGP Joyodiningrat, memberi ultimatum: Hanggar harus segera naik takhta demi stabilitas, namun syarat utamanya adalah menikahi Sekar Ayu, gadis ningrat yang dianggap "sempurna" karena kepatuhannya. Hanggar membenci rencana itu. Baginya, Sekar hanyalah wanita yang "dijual" oleh keluarganya demi posisi politik. Namun, ancaman kudeta internal dan kesehatan ayahnya yang kian memburuk memaksanya menyerah. Ia terpaksa melepas Alysia dan menikahi Sekar dalam sebuah upacara megah namun hampa. Maka dimulailah kehidupan Hanggar di dalam istana sebagai penguasa baru yang dingin. Ia memakai mahkota emas, namun batinnya mati. Ia berbagi ranjang dengan Sekar, namun tak pernah berbagi hati. Inilah awal dari Takhta Tanpa Jiwa, sebuah kisah tentang kekuasaan yang dibangun di atas reruntuhan cinta dan harga diri yang dikorbankan demi tradisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines