The Antagonist Deserves a Happy Ending
31 bab Bersambung Pada suatu hari, aku tertidur setelah menyelesaikan novel yang baru rilis dan populer. Saat terbangun, aku berada di tempat asing. Tapi tunggu, mengapa orang-orang menatapku dengan kebencian dan ketakutan disana?
"Hiks.." aku terkejut melihat wanita cantik berambut merah muda tengah menangis berlutut di bawahku. Saat aku hendak mendekatinya, seorang pria menghalangiku.
"Sudah cukup, ibu. Saya benar-benar tidak bisa mentolerir perlakuan anda lagi." Ujarnya dengan dingin.
Aku mengerutkan kening, ibu? Kapan aku melahirkan seorang anak? Tunggu! Wanita bersurai merah muda, sosok pria muda yang memiliki warna surai abu-abu dan pakaian yang mereka semua kenakanan.
"Sial." Gumanku tanpa sadar, ketika menyadari bahwa kini aku memasuki novel yang terakhir kali kubaca.