Sepertiga Malam

Sepertiga Malam

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Nov 21, 2021
Di sebuah kota hiduplah seorang gadis yang berwajah cantik, dan berakhlak baik. Banyak pada ikhwat' yang tertarik kepada-Nya, Namun kecantikan itu ai tutupi oleh sehelai kain yaitu cadar atau niqob. Aini itu nama-Nya, Aini adalah seorang santri salah satu pondok pesantren. Aini berusia 16 tahun. Aini terpaksa untuk masuk pondok karena paksaan sang umi dan Jiddah-Nya (nenek). Namun seiring berjalannya waktu aini pun akhirnya ikhlas menerima takdir-Nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Keenasyaa (REVISI.)
  • perjodohan dengan Gus (ON GOING)
  • Story Love  Of Aisyah Guz Adnan🍁 ( Slow update)
  • Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After Married
  • Gus Zai Untuk Aisyah(PRE ORDER!)
  • Aisyahaura (TAMAT)
  • SANTRI PILIHAN ABAH YAI

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines