End of the Magic Era

End of the Magic Era

  • WpView
    LECTURAS 3,397
  • WpVote
    Votos 233
  • WpPart
    Partes 104
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, ago 10, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Dunia yang memupuk peradaban yang mencapai puncak sihir berada di ambang kehancuran. Korban selamat terakhir berpindah ke masa lalu, ketika peradaban sihir mulai tumbuh, karena penyihir yang tak terhitung jumlahnya masih meraba-raba jalan mereka melalui jalur duri pengetahuan sihir. Dia, yang datang dari akhir era sihir, bertujuan untuk mencapai puncak sihir.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ZODIAKUS
  • Harapan Terakhir
  • Against Fate
  • Eternity Little Tyran
  • Dungeon : Beginning
  • Alister Franklin : Maldición
  • THE SECOND ENDING [END]
  • The Miracle Of Crystals
  • Find A Way To Be Happy
ZODIAKUS

Kematian adalah sesuatu yang mutlak dan tak bisa diganggu gugat. Saat ajal menjemput, seseorang hanya akan menjadi bayang-bayang dalam ingatan mereka yang masih hidup. Di dunia yang dipenuhi keajaiban dan teknologi, tiga akademi besar berdiri sebagai pilar kekuatan: Abyssor, akademi sihir terlarang yang menyelami kegelapan terdalam. Arcanea, tempat ilmu sihir kuno yang diwariskan dari zaman ke zaman. Nevrion, akademi teknologi sihir yang menembus batas ilmu pengetahuan. Setiap tiga tahun sekali, mereka menggelar pertempuran bergengsi, ajang yang mengguncang dunia-di mana para murid bertarung demi kejayaan akademi mereka. Namun, sesuatu yang mustahil terjadi. Ivy Gemini, seseorang yang seharusnya telah mati, kini kembali berdiri di arena. Tatapan kosong, senyum yang menyimpan rahasia, dan kehadirannya yang membuat mereka yang mengenalnya dilanda ketakutan serta kebingungan. Bagaimana mungkin seseorang yang telah mati bisa kembali bertarung? Peringatan: Cerita ini adalah karya fiksi semata. Jika terdapat kesamaan dengan kejadian nyata, itu hanyalah kebetulan. Penulis, Giner, tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun dan mohon maaf jika ada yang merasa tidak nyaman. Harap membaca dengan bijak, karena cerita ini mengandung unsur kekerasan, seperti perundungan (bully), pembantaian, serta penggunaan kata-kata kasar.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido