Wir haben unsere Inhaltsrichtlinien aktualisiert.
Sieh dir die neuesten Richtlinien an, um weiterhin sicher Geschichten zu teilen.
Erfahre mehr
Intuisi
  • WpView
    GELESEN 11
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., Feb. 17, 2022
WpInfo
Belletristik
Romantik
"Selama janur kuning belum melengkung, jadi dia juga masih bisa dimiliki" Ucapku sembari menatapnya. Ujung bibirnya tertarik mengulas senyum tipis "Sekarang perkataannya di ganti ya cantik. Dia sudah ada yang punya jadi jangan di ganggu." Senyumku luntur. Sudah tau akhirnya akan di jatuhkan dalam sekejap , masih juga suka berandai . . . "Kakak kan udah bilang dek, jangan berharap lebih sama manusia. Ya gitu kan jadinya? "
Alle Rechte vorbehalten
#115
jayenhypen
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • AIRen
  • LET ME TO SORROW | Jay Enhypen
  • BUNGA MILIK ETHAN || JAYWON ✅🔞
  • The Dryades || Jung Jaehyun [Completed]
  • Alam Byantara
  • Red String
  • [ D R I V E R ] - EUNBO
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Sonja
  • Laskar Jingga
AIRen

Alya, siswi SMA yang terkenal cuek dan nggak pernah peduli soal cinta, tiba-tiba dihampiri sosok cowok kuliahan yang punya semua hal yang bikin hati perempuan gampang luluh: sabar, konsisten, dan... terlalu baik. Naren, cowok 21 tahun yang baru lulus semester empat, jatuh hati sejak pertama lihat Alya. Tapi jalan buat masuk ke hati Alya bukan jalan tol. Dia harus jalan kaki, sambil ujan-ujanan, kadang ditendang, kadang juga ditatap kosong. Tapi dia tetap tinggal, tetap bilang: "Gak apa-apa, asal aku boleh ada di sini." Bukan kisah cinta yang mudah. Ini tentang ngejar seseorang yang bahkan gak yakin bisa dibuka hatinya. Tapi Naren percaya, rasa yang tulus gak akan sia-sia. ••• "Aku suka kamu, Alya... lagi." Naren berdiri di bawah hujan, rambutnya basah, suaranya sedikit bergetar. Alya mengalihkan pandangan. "Udah berapa kali sih kamu ngomong gitu?" "Lima." "Trus kenapa masih bilang?" "Karena aku gak bisa berhenti... kamu bisa tolak aku sekeras yang kamu mau, tapi aku gak bisa pura-pura gak peduli." Alya mendesah, tapi matanya berkaca. Naren melangkah sedikit lebih dekat. "Tolong... sekali aja, kasih aku alasan buat bertahan. Atau... kasih aku alasan buat berhenti."

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien