We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tanpa Pamit
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 21, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Kisah Nyata Kisah ini aku abadikan untuk mengenang almarhum suami. Seseorang yang mencintai aku apa adanya tanpa kata tapi. Seseorang yang mampu menyembuhkan luka masa lalu dan membuat aku ratu di hatinya. Tulisan ini aku persembahkan untuk satu-satunya anak kami. Semoga kelak, saat ia dewasa dan membaca ini, ia paham bahwa ayahnya adalah cinta sejati yang sulit didapat dimana pun dan mamanya adalah wanita beruntung itu Kepergian selalu menyisakan sedih, itu yang membuatku tidak bisa melupakanmu dengan mudah. Bagaimana bisa aku menjalani sisa hidup tanpa ada kamu yang selalu paham akan aku? Bagaimana bisa aku berdiri tanpa ada kamu untuk selalu menguatkan aku? Demi buah hati, kuikhlaskan kamu pergi, tapi kenapa kamu pergi terburu-buru tanpa apmit padaku?
All Rights Reserved
#334
kisahnyata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIA SUNSETKU
  • Edge Of The Heart
  • Meneroka Jiwa 2
  • GRIZLEN {On Going}
  • INGKAR
  • C
  • Happy Ending

"Aku mencintaimu tak perlu batas waktu seperti hidupku ini. Mencintaimu benar- benar membuatku tak ingat bahwa aku hampir menyerah oleh keadaan ini. Cintaku kepadamu menguatkanku untuk menjalani sisa-sisa dari diriku yang sekarang ini. Jangan pergi dan jangan pernah hilang dari hidupku yang tinggal sebentar ini. Jangan pernah ragu dan aku mohon tetaplah mencintai dan tinggal lebih lama seperti langit mencintai isinya. Aku mencintaimu sunsetku..." Aku Boy. Lelaki lemah yang hanya bisa mengharap cinta dari orang-orang terdekatku. Semenjak Ibuku meninggal, semua berubah tidak peduli kepadaku. Abangku yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Ayah yang bisa aku bilang super sibuk juga dengan perkerjaannya, kasar dan suka marah tanpa aku tahu sebabnya dan juga selalu memaksakan kehendaknya tanpa mendengarkan pendapat. Biar begitu, aku tetap menyayangi mereka. Sejak setahun yang lalu aku di vonis oleh dokter, aku sakit, umurku terbatas. Aku ingin di sisa-sisa umurku, aku bisa merasakan perhatian dan cinta dari orang-orang yang membuatku bahagia. Aku bertemu wanita. Lalu wanita itu datang di hidupku. Dia yang membuatku bahagia. Akankah aku bisa mendapat kebahagiaan? Akankah kebahagiaan itulah yang bisa membuatku bertahan? Akankah perhatian yang kudapat dahulu akan kembali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines