Opposite Personality

Opposite Personality

  • WpView
    Reads 759
  • WpVote
    Votes 280
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 3, 2022
Belzza Trisha Zeanna cewek 17 tahun yang memiliki kepribadian tomboy dan humble terhadap semua orang,hobby balapan liar dan mengkoleksi barang barang yang berhubungan dengan anak cowok. Arsalan Kevlar Alterio cowok 17 tahun yang memiliki kepribadian introvert dan anti sosial,hobby membaca buku dan mengkoleksi barang barang yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Bagaimana jadinya sepasang anak manusia yang memiliki sifat yang bertolak belakang dipaksa tinggal satu atap oleh orang tua mereka untuk mengubah kepribadian mereka masing masing. Akankah mereka bisa mengubah kepribadian mereka setelah tinggal satu atap? "Hidup lo kaku bener deh kek kanebo kering,sekali sekali pergi nongkrong keluar gitu kek." "Daripada saya buang waktu pergi nongkrong keluar,mending saya belajar di rumah." "Pergi nongkrong nggak bakal bikin lo goblok dalam sekejap."
All Rights Reserved
#15
wattpadfanfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • It's Always Been You✔️
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • At a Glance (NOREN)
  • Level Up • NoHyuck •
  • Possesive Playboy
  • Kue Manis & Rasa Pahit | Hyuckna
  • Dua cangkir satu Meja
  • Senja Jadi Sendu (END)

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines