How To Deal With Past.

How To Deal With Past.

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ditinggal pas lagi sayang sayang nya? mungkin buat sebagian orang itu hal biasa apalagi di jaman sekarang, move on itu sudah menjadi tren keren bagi banyak orang. TAPI.... bagaimana dengan ku? kenapa semua tidak bekerja di hidupku? bukan nya move on dengan keren, malah terpuruk bertahun-tahun. sudah banyak nasehat dan semangat bahkan hampir semua quotes galau sudah hatam di luar kepalaku. yang ada aku hanya jadi tontonan menyedihkan orang di sekitar ku tapi semua tak ada yang berarti, rasa sakit karena ditinggalkan seseorang yang dicintai secara tiba-tiba benar benar membuat hidupku berantakan bukan main. kisah ku ini amat sangat layak dijadikan sinetron. Hingga aku tersadar sehancur apapun hidupku dunia akan tetap berjalan, sama seperti katanya ' walaupun hujan badai menerpa dan memporak porandakan dunia, hidup akan terus berlangsung dan akan terus berjalan. kau pun harus begitu ' apakah ini sudah waktunya aku mengakhiri kekacauan di dalam hidupku? walau dia telah pergi dan tak akan kembali aku masih punya banyak orang yang perlu aku buat bangga. SO... Is this the time to deal with past?
All Rights Reserved
#826
office
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Beautiful Sunset
  • Eysha Love Story'
  • flashback~
  • Hopeless
  • Trial & Error
  • Mencintai Nania
  •  The Secret Of Love(lingorm)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines