Love Since Many Gyrs Ago

Love Since Many Gyrs Ago

  • WpView
    Reads 1,320
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 10, 2025
Cerita panjang banget. Abad dimana perbudakan adalah hal yang marak, pembunuhan adalah hal yang biasa, dan perang yang tidak dapat dihindari. Disela kekacauan dunia itu, hadirlah seorang budak berambut pirang bernama Vondra. Ia tidak dijual oleh orang tuanya, desanya tidak dijajah, namun ia tiba-tiba muncul sebagai budak. Atas nama takdir, Ia dipertemukan oleh seorang yang membelinya, merawatnya, dan memberikannya ruang untuk berkembang. Ia juga dipertemukan oleh sesosok yang begitu licik, namun meyakinkan. Dan juga sisa dari orang baik di dunia tersebut. Lantas bagaimana Vondra bertemu cintanya? Bagaimana ia mengakhiri perang? Bagaimana agar ia tau siapa dirinya? "Bahkan kematian tidak bisa memisah kita"
All Rights Reserved
#471
monster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • Rebellious Girl (END)✔️
  • WIPOPGIRL AND BADBOY
  • Tawanan Kesatria Serigala [TAMAT]
  • bisikan
  • ALZEA (TERBIT)
  • I Will Change My Destiny
  • Cita Cinta Jenna
  • ASRAR [TERBIT]

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines