AFTER 40 DAYS

AFTER 40 DAYS

  • WpView
    Reads 39,063
  • WpVote
    Votes 3,964
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
[TAMAT DAN LENGKAP] Kirana Syahla hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Ia sudah melangkah maju namun benang kepahitan masih mengikat kakinya dan menjerat langkahnya. Hal itu yang membuatnya selama ini takut membuka hati. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang anak bernama Zain Mahawira- anak SD yang mempertemukannya dengan seorang duda, Wira Fahreza. "Miss mau nggak jadi Mama Zain?" Kirana terkejut mendengar pertanyaan muridnya itu. Akankah Kirana siap membuka hati? Bagaimana kisah selanjutnya? Apa makna After 40 Days dalam kisah Kirana ini? Ikuti ceritanya ya, jangan lupa vote dan komen. Terima Kasih. Ig: desafrida
All Rights Reserved
#127
suami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Si Cantik Milik Pria Soleh
  • A Love Meant to Be
  • Dear Husband [TAMAT]
  • ketulusan dibalik cadar Zahrana (Rubah alur)
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • Abil, Kau adalah Imamku
  • SASHI

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines