Story cover for Pluie by renjislaut
Pluie
  • WpView
    Membaca 899
  • WpVote
    Vote 52
  • WpPart
    Bab 7
  • WpView
    Membaca 899
  • WpVote
    Vote 52
  • WpPart
    Bab 7
Bersambung, Awal publikasi Nov 21, 2021
Pluie berarti hujan. Cerita ini mengandung bulan-bulan dan tanah-tanah yang basah, lengkap dengan sepahan air yang bertumpah. Ada beberapa yang terpecah di sini, pun hal-hal yang dirajut jadi kisah; atau sebaliknya, bersimbah sudah jadi sejarah.

Bukan salah hujan yang menjadikan dua anak Adam saling jatuh cinta ketika ia menyugar permukaan dunia. Bukan salah hujan pula ketika insan menarik tinggi-tinggi melankoli ketika ia turun ke bumi. Pun bukan salahnya ketika cerita sepasang manusia mesti berakhir di tengah derasnya yang menghentak alam raya. Sebab hujan adalah salah satu bentuk tangis paling mulia; pembawa sukacita bagi sungai-sungai yang kering, petak sawah yang retak, dan hutan yang terbakar. Hujan adalah ciptaan mulia yang meneduhkan. 

Sebuah kubangan cerita tentang dua anak manusia yang menaruh cinta di atas meja seakan mereka akan meraih menang yang tidak pernah sekali pun dijamin oleh dunia. Kesemuanya diseret angin dan hujan, melayang di antara gedung ruang perkuliahan. Hingga akhirnya, sebuah benang merah panjang melayang di permukaan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Pluie ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
Rainangkasa #2 [END] oleh AmandaPutri685
38 bab Lengkap
Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Rain Sound cover
The Last Birthday With You  cover
Gadis Hujan cover
Haters and Lovers of Rain [END] cover
Rianbow [SHS 1] cover
Teruntuk Mia cover
rain untuk senja cover
In a Rainy Season cover
Rainangkasa #2 [END] cover
Elang [PROSES PENERBITAN] cover

Rain Sound

42 bab Lengkap

(Telah Diterbitkan) Aku bingung kenapa banyak orang yang menyukai hujan. Saat kutanya, sebagian dari mereka mengatakan bahwa hujan itu romantis, beberapa berkata bahwa hujan itu menyejukkan, yang lainnya mengungkapkan bahwa hujan membawa ketenangan. Ada juga yang bilang bahwa hujan membawa keluar semua kenangan yang lama tersimpan rapi di sudut hati setiap orang. Kau juga suka hujan. Dan alasanmu adalah favoritku. Kau bilang hujan adalah anugerah Yang Maha Kuasa. Tetes-tetes yang turun membawa pesan dari langit dan setiap butirnya menyampaikan pesan yang menunggu untuk diinterpretasikan oleh setiap manusia. Saat hujan turun, kau selalu mengamatinya. Berusaha memaknai suara yang ditimbulkan oleh berjuta tetes air yang menghantam bumi. Aku sedikit demi sedikit mulai memahami jalan pikiranmu. Juga mulai memaknai bunyi hujan yang turun. Tes. Tes. Tes. Dan karena kepahamanku akan jalan pikiranmu itulah-- Aku membenci hujan. Copyright © 2014 by vachaa