Kisah cinta Riana masih berlanjut. Ia harus menjalani takdir cintanya yang ditetapkan Tuhan. Meski harus menjalaninya dengan setengah hati.
Masih ingat dengan syarat pergi reuni yang diajukan Papa-nya? Riana harus menerima perjodohan yang telah ditetapkan keluarganya sejak dulu, menikah dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Dan ternyata, laki-laki itu sudah tak asing baginya.
"Kenapa kamu nggak, nolak?" seru Riana dengan suara tertahan agar tak terdengar oleh orang-orang disekitar mereka.
"Kenapa nggak kamu aja yang nolak?" balas Radit memajukan tubuhnya.
"Aku nggak bisa nolak. Semua perempuan di keluargaku dijodohkan. Dan perjodohan ini sudah diatur sejak dulu," jawab Riana.
"Saya juga nggak bisa nolak. Walau saya menolak dijodohkan denganmu, pasti saya akan dijodohkan dengan wanita lain. Setidaknya saya telah mengenal kamu, teman dari pacar saya," ujar Radit.
Lalu, bagaimana Riana menjalani pernikahannya? Dan bagaimana dengan hatinya yang masih mencintai cinta masa lalunya?
Sebelumnya saya mau minta maaf atas kesamaan nama dan karakter tokoh yang tidak disengaja serta mungkin ada kata-kata yang sedikit tidak sopan dan menyinggung pembaca.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Seruni Anjani terus berusaha menghindar dari acara perjodohan yang diciptakan kedua orang tuanya, hingga saat Seruni lelah menghadapinya Seruni harus menerima kenyataan bahwa dirinya, seorang perempuan mandiri dan independen harus terima dijodohkan dengan seorang Mas-Mas yang berpikiran kolot zaman dulu.
"Yang bener aja Bu, pokoknya Seruni gak mau dinikahin sama Mas-Mas!!" jerit Seruni histeris di depan Ayah dan Ibunya. "Maaf sayang kali ini tak ada penolakan!" tegas Ayah Seruni.
Maka inilah kisah Seruni tentang kehidupannya.