Erlangga

Erlangga

  • WpView
    Reads 193
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 14, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Gak banyak deskripsi hanya sebuah kisah yang memiliki plot twist tersendiri, asik, seru, dan lawak adalah mereka gak ada kata sad hanya ada kata sesad. Tapi jika salah seorang dari mereka menyembunyikan sesuatu bagaimana? Apa kepercayaan masih tumbuh di antara mereka? Atau berakhir dengan penyesalan? . . . . . . Kalo penasaran kuy baca biar tau akhir ceritanya kek gimana.. ⇨ Salam author ganteng ⇦
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek 17: Korban yang Terpilih
  • THREE BOYS END THREE GIRL'S S2 _END
  • Denial
  • Penghuni Asrama
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • School Horror✔
  • BAD BOY AND CEGIL
  • Belenggu Bayang Niskala
  • AKSA [SELESAI]

Setiap tiga bulan sekali, tepat di tanggal 17, satu anak laki-laki hilang secara misterius dari sekolah terasing itu-sekolah tempat anak-anak miskin, buangan, dan anak-anak kaya berbaur, tapi tetap terpisah dalam dunia yang berbeda. Runi, gadis yang bertekad menemukan kakaknya yang hilang bertahun lalu, masuk ke sekolah penuh rahasia ini. Satu-satunya petunjuknya: sebuah kalung pemberian kakaknya, Rayhan, yang mulai bereaksi seiring mendekatnya tanggal-tanggal kelam. Saat mencoba membaur dan menembus dinding-dinding tak terlihat di antara dua dunia sekolah itu, Runi bertemu Kenzo dan Arka, dua anak yang berani mempertaruhkan segalanya demi mengungkap kejahatan di balik kemewahan palsu. Tapi rahasia sekolah ini lebih gelap dari yang bisa mereka bayangkan. Di balik hilangnya para siswa, tersembunyi konspirasi perdagangan organ manusia yang bersekutu dengan kekuatan iblis. Dan lebih mengejutkan, orang yang paling mereka percayai justru terlibat dalam rencana kelam itu... Saat tanggal 17 besar mendekat-dengan 17 anak laki-laki menjadi target proyek sadis-Runi dan teman-temannya harus bertarung melawan waktu, pengkhianatan, dan ketakutan mereka sendiri. Apakah kebenaran bisa menyelamatkan mereka? Ataukah sekolah ini akan terus menelan korban hingga tidak ada yang tersisa? Kalung yang bergetar, tanda merah di tubuh, dan sebuah janji yang tak boleh dilupakan. Ini bukan hanya tentang bertahan. Ini tentang melawan. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines