Bittersweet

Bittersweet

  • WpView
    Lectures 7,890
  • WpVote
    Votes 703
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., nov. 24, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Mots-clésauautwitter
"Naur, bisa ke ruang theater nggak? I need your hug, please." Kalimat itu selalu aja berhasil bikin Hanindya Naura luluh dan lupa sama apa yang selama ini laki-laki itu perbuat. Memang pelet seorang Naraja Gala Marahardika kuat banget! Padahal, jelas aja dia udah menggantungkan perasaan Naura yang notabene-nya siswa terkenal di sekolah selama bertahun-tahun. Bodoh, kan? Tapi, Naura yakin bahwa perjuangannya enggak akan berhasil sia-sia. Dia yakin bahwa suatu saat, Naraja akan menganggapnya rumah untuk tetap singgah, bukan hanya tempat berlabuh sementara. Sebab, dia tahu, Naraja menggantungkannya seperti ini bukan tanpa alasan. Apakah Naura berhasil untuk mengubah pikiran Naraja untuk terbuka dengan perasaannya? Atau, menyerah adalah suatu jawaban dari apa yang selama ini dirinya perjuangkan?
Tous Droits Réservés
#10
autwitter
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Nathalea
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • AURORA
  • Naura & Lukanya
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Xagala
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Hati. Swara. Karsa.
  • TRAUMA
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu