Story cover for Bittersweet by vvrites
Bittersweet
  • WpView
    MGA BUMASA 7,858
  • WpVote
    Mga Boto 703
  • WpPart
    Mga Parte 3
  • WpView
    MGA BUMASA 7,858
  • WpVote
    Mga Boto 703
  • WpPart
    Mga Parte 3
Ongoing, Unang na-publish Nov 22, 2021
"Naur, bisa ke ruang theater nggak? I need your hug, please."

Kalimat itu selalu aja berhasil bikin Hanindya Naura luluh dan lupa sama apa yang selama ini laki-laki itu perbuat. Memang pelet seorang Naraja Gala Marahardika kuat banget! Padahal, jelas aja dia udah menggantungkan perasaan Naura yang notabene-nya siswa terkenal di sekolah selama bertahun-tahun. 

Bodoh, kan? Tapi, Naura yakin bahwa perjuangannya enggak akan berhasil sia-sia. Dia yakin bahwa suatu saat, Naraja akan menganggapnya rumah untuk tetap singgah, bukan hanya tempat berlabuh sementara. Sebab, dia tahu, Naraja menggantungkannya seperti ini bukan tanpa alasan.

Apakah Naura berhasil untuk mengubah pikiran Naraja untuk terbuka dengan perasaannya? Atau, menyerah adalah suatu jawaban dari apa yang selama ini dirinya perjuangkan?
All Rights Reserved
Sign up to add Bittersweet to your library and receive updates
o
#11autwitter
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
BUMANTARA ni wlnnura26
14 mga parte Kumpleto
PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?
TRAUMA ni bellaauthorbara
9 mga parte Ongoing
deskripsi ulang!! ada sebuah kisah tentang pelajar SMA yang di jodohkan oleh kedua orang tuanya , ia terus menolak tapi kedua orang tuanya terus memaksanya , padahal kan mereka masih anak sekolah , bukannya ingin menolak gadis itu takut kejadian waktu itu menimpa nya kembali , dimana kejadian itu kejadian yang ia takuti sampai ia trauma pada kejadian itu. kedua orang tuanya terus menasihati agar gadis itu mau dijodohkan , tapi dalam benak pikiran gadis itu hanya 'takut' dan 'trauma' bagaimana jika nanti suami nya akan seperti masalalu nya? , yang membuat gadis itu trauma pada akhirnya. akhirnya hasil bujukan kedua orang tuanya dia mau di jodohkan , calon suami dari gadis itupun masih berstatus sebagai pelajar SMA , namun nihil keduanya harus menerima perjodohan ini. ------- bagaimana kisah kehidupan gadis itu?... langsung bacaa ajaa... EITSS SEBELUM MEMBACA CERITA INI DI HARAPKAN SUDAH FOLLOW DAN WAJIB VOTEE!! , TERIMAKASIH. warning ⚠️ ini hanya cerita fiksi yang di buat oleh otak saya , berfikir tentang alur itu tidak mudah jadi jangan enggan enggan untuk meng coppy,tempel,dan plagiat cerita ini!!, berkomentar yang posesif kalau tidak suka dengan cerita nya bisa keluar/skip..banyak umpatan dan kata kata kasar/ kekerasa.harap bijak dalam membaca cerita ini.. jika ada kesamaan nama atau latar belakang pada cerita ini mohon maaf🙏🏻 awas typo bertebaran... ada perubahan.. judul awal:TRAUMA (pada lelaki kasar!!) judul baru:TRAUMA happy reading. start:maret-28-2025 finish:-
Xagala ni FanisaSibarani
14 mga parte Kumpleto
Sosok yang tampaknya lahir ke dunia hanya untuk menghancurkan apa pun yang ia sentuh. Xakia tidak pernah bisa melupakan bagaimana tatapan mata itu berubah menjadi sesuatu yang lebih mengerikan pada malam jembatan. Bagaimana ia hampir kehilangan segalanya. Dan bagaimana semuanya berakhir dengan satu pukulan keras satu hantaman yang membungkam monster itu. Gala, pria yang muncul entah dari mana, adalah sosok yang penuh misteri. Setelah malam itu, Xakia mulai melihatnya lebih sering. Selalu di tempat-tempat yang tidak seharusnya ia ada. Selalu dalam situasi yang tidak bisa dijelaskan. Seolah-olah ia adalah bayangan yang mengikuti Xakia, seseorang yang tahu lebih banyak dari yang seharusnya. Sekarang, di bawah hujan yang mengguyur tanpa henti, mereka kembali bertemu. Xakia menatap Gala dengan mata yang penuh pertanyaan. "Kenapa kau selalu muncul? Apa yang kau inginkan dariku?" Gala menghela napas, menyapu rambut basahnya ke belakang. "Aku tidak menginginkan apa pun." Suaranya tenang, tapi ada sesuatu di baliknya sesuatu yang tidak Xakia mengerti. "Lalu kenapa kau memukulnya?" Xakia menatap tubuh yang tak bergerak di tanah, darahnya bercampur air hujan, mengalir menuju lubang drainase di pinggir jalan. Gala tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap tubuh itu sejenak, lalu berbalik menghadap Xakia. "Karena jika aku tidak melakukannya, kau tidak akan pernah bisa lari." Ketegangan di antara mereka begitu pekat, seolah udara sendiri menahan napas. Lalu, sirene polisi mulai terdengar di kejauhan. Lampu merah dan biru berpendar di balik rintik hujan. Gala menatap Xakia dalam-dalam. "Kita harus pergi. Sekarang." Dan tanpa menunggu jawaban, ia menarik tangan Xakia, membawa gadis itu pergi dari malam yang akan mengubah hidup mereka selamanya.
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
BUMANTARA cover
TRAUMA cover
Bukan Rumah cover
Saat Cinta Tak Terucap cover
RAHSYA UNTUK NAURA  cover
𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT] cover
Dia Hanya Berjarak 3m cover
"Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara" cover
Xagala cover

BUMANTARA

14 mga parte Kumpleto

PLAK!!! Suara tamparan keras yang menghantam pipi seorang gadis yang tengah meringkuk di atas dinginnya lantai toilet. Gadis itu tak melawan, dia hanya diam sambil menatap nanar pada lantai, dia Naya Rivera. "ANJ**G! gak guna lo!" maki seorang siswi itu, sambil sesekali menendang tubuh gadis malang itu. "Maaf." ucap Naya itu dengan nada bergetar, hanya kata itu yang bisa dia ucapkan di balik rasa takutnya. Cih! Bukannya merasa kasihan, siswi itu malah semakin membabi buta dengan menarik keras rambut Naya, lalu mencengkram kuat-kuat rahang Naya. "Apa? maaf lo bilang?! Kata maap lo gak cukup buat nilai tugas gue jadi 100 tolol! Dasar anak pelac*r!" keras dan tidak tahu rasa terima kasih, itulah Rossalia Maharani. Menjadikan Naya sebagai budak untuk mengerjakan semua tugasnya. Naya memang terkenal akan sifat lugu serta kepintarannya, dan Rossa berpikir bahwa mengapa dia tidak memanfaatkan itu semua bukan? Tuntutan akan keluarga Rossa, yang menekan anaknya untuk menjadi yang paling utama dalam hal apapun, apalagi masalah prestasi di sekolahnya. Bagi Naya, sekolah ataupun rumah itu sama saja, iya sama saja tempat yang menyakitkan. Disaat orang lain merasakan rumah menjadi tempat ternyaman, namun itu tidak berlaku bagi Naya. Tamparan bahkan pukulan sudah menjadi bagian yang Naya dapatkan setiap harinya. Tak ada yang menyayanginya, tak ada yang mampu mengerti keadaannya, tak ada seorangpun. Ibu nya? Tidak, dia sama saja seperti orang lainnya. Teman? itu apa lagi, Naya sama sekali tidak mempunyai teman. "Mana ada orang yang mau berteman dengan orang udik seperti saya" pikiran itu yang selalu tertancap keras di pikirannya. Apakah Naya mampu melawan setiap kesedihan nya? Akankah Naya merasakan kebahagiaan seperti yang orang lain rasakan?