CAHAYA "Toxic People" (TAMAT)

CAHAYA "Toxic People" (TAMAT)

  • WpView
    Reads 458
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadComplete Wed, Nov 26, 2025
#END Kisah yang diambil dari sudut pandang seorang pho, yang bersembunyi di balik kata persahabatan. Ini cerita tentang Cahaya yang diam-diam mempunyai hubungan dengan kekasih sahabatnya sendiri. Bulan adalah sahabat Cahaya sejak mereka masih kecil, sementara kekasih Bulan adalah Bintang. Dan buruknya adalah Bintang dan Cahaya memiliki hubungan spesial lebih dari hubungan persahabatan, ini bukan tentang Bintang yang memaksa Cahaya untuk menerimanya. Tetapi hubungan mereka terjalin murni karena keduanya menginginkannya, dan Bulan tidak mengetahui tentang hubungan mereka. Kalau kalian berharap cerita ini bakalan happy ending mending diskip aja cerita ini, tapi kalau kalian cari cerita yang sad ending kalian berada di lapak yang benar. Terimakasih untuk yang sudah membaca dan bertahan sampai saya yang super duper pemalas ini menyelesaikan cerita receh ini, jangan baca kalau nggak vote dan command sama share cerita ini. Bercanda gaes, tapi tetep harus tinggalin jejak ya... Salam penulis amatir...
All Rights Reserved
#508
bianca
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Stranger | Orine
  • Cahaya Untuk Bulan
  • Aralie, Maafkan Aku
  • My Beloved Enemy
  • NYAMAN. (Lilynn & Orine) 48 Gen 12
  • BULAN dan BINTANG
  • Under Sunset In Skyline
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Angkasa [ Completed ]

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines