Story cover for PERFECT WIDOWER  by jnkepoyeee
PERFECT WIDOWER
  • WpView
    Reads 134,175
  • WpVote
    Votes 11,007
  • WpPart
    Parts 39
  • WpView
    Reads 134,175
  • WpVote
    Votes 11,007
  • WpPart
    Parts 39
Ongoing, First published Nov 23, 2021
PUTRI CAHYANI ARGANTARA seorang gadis berumur 20 tahun, yang saat ini sedang mengejar kuliahnya. Beberapa minggu ini ia sangat sibuk dengan skripsi karna sebentar lagi ia akan sidang dan wisuda. Ayah nya seorang pengusaha hebat, dan ibunya meninggal saat melahirkannya dan melahirkan abangnya. Sejak kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu yg membuat sifatnya keras kepala dan susah di atur.

ERLANGGA WIJAYA seorang duda beranak satu yg saat ini umurnya sudah 26 tahun. Almarhumah istrinya meninggal saat melahirkan anak nya yg bernama ZHIDAN WIJAYA. Ia hidup sendiri selama ini dan berusaha untuk kuat menghadapi semua ini, entah ia sudah berhasil atau belum untuk menjadi ayah sekaligus ibu untuk anaknya.

-

"kenapa lo gak pernah bilang kalo lo sebenernya itu udah punya anak!?"

"saya sudah mencoba menjelaskan, tapi waktu seolah tidak berpihak pada saya, ada saja yg jadi peganggu saat saya ingin cerita semuanya"

"kalo gue tau lo duda anak satu, gue gak akan mau di nikahin sama lo!"

"ini semua permintaan papa kamu Putri"

"GUE GAK PEDULI!"

-

Rangga menganggukkan kepalanya "bagus kalo kamu sudah tau semuanya, dan satu lagi, saya bakal nikah sama Luna"

Putri yg mendengar itu sontak menatap Rangga dengan mata sayunya "kalo lo mau nikah sama Luna, gue gak papa, tapi tolong lepas gue" ucap Putri mencoba tenang, walau sebenarnya ia sangat ingin berteriak di depan wajah suaminya. 

Rangga menggelengkan kepalanya "tidak, kamu akan tetap jadi istri pertama saya, dan Luna akan saya jadikan istri kedua" ucap Rangga santai.

-

Bagaimana kelanjutannya? Tetep stay tuned ya!

Ini murni dari otak aku.
All Rights Reserved
Sign up to add PERFECT WIDOWER to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
KANKSA by tikaaevol
27 parts Complete Mature
CERITA SUDAH TAMAT DAN MASIH LENGKAP, SILAKAN DIBACA!!! WARNING!!! UNTUK DEWASA 21+++ BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN ----------+++++------------ "Pokoknya kalau kita udah nikah besok, kita nunda punya momongan dulu ya, aku mau pacaran dulu sama kamu," ucap Bima sambil memegang tangan Luna, pacarnya. "Nggak boleh gitu sayang, namanya nikah salah satu tujuannya itu ya punya keturunan," jelas Luna. "Kan aku bilangnya nunda, bukan tidak mau punya," Bima masih tetap pada ucapan awal. "Tetap tidak boleh, diralat buruan, dikasih cepat Alhamdulillah, ditunda ya tetap Alhamdulillah, pamali tau mendahului takdir," Luna jadi was-was. "Gitu ya, habisnya aku masih pengen banget berdua sama kamu sayang," Bima semakin intens menggenggam tangan Luna. "Iya sayang, kamu pulang dulu gih, nanti dicariin Umik." "Sini dulu dong," Bima merengkuh pinggang Luna supaya lebih dekat. Tangannya aktif mengangkat dagu Luna, mau tidak mau kedua mata bertemu. Saling berpandangan dan saling mendamba. Sebelum setan berhasil menguasai akal pikir, Luna buru-buru sadar. Melepas pelukan Bima yang sorotnya menahan sesuatu. Luna tersenyum, memberikan gestur angka satu yang dia tempel di bibir Bima, "sabar sayang." "Luunn, nikah yukkkk," ucap Bima. * Makanya kalau ngomong tuh yang baik-baik. Meskipun tidak serius, tapi alam semesta mendengar apa yang sedang manusia bicarakan. Bahkan sampai usia pernikah berjalan delapan bulan, Alunan dan Bimasena masih belum menggendong buah cinta mereka berdua. Dan orang tua masing-masing mulai resah.
DIA ADALAH NAJA by ift2000
88 parts Ongoing
*** Aku Nasya Anindya Arkana. Lebih mudahnya, sebut saja Naya. Hari ini adalah hari kelulusanku, setelah kurang lebih empat tahun lamanya aku menempuh pendidikan strata satu di kampus yang ada di ibukota provinsi. Aku satu-satunya anak orang tuaku, maka dari itu sifatku sedikit manja, tapi aku juga mandiri kok. Papaku adalah Papa Arkana, beliau pemilik salah satu perusahaan yang bergerak di bidang properti. Kalau Mama, namanya Gayatri. Agar lebih mudah mengingatnya, sebut saja Mama Iyat. Beliau adalah istri Papa, Mamaku. Mama gak kerja, karena yang kerja anak buahnya. Mama punya beberapa butik di beberapa kota, salah satunya di kota tempat tinggal kami sekarang. Ah iya, aku hampir lupa. Aku juga punya seorang kekasih, dia dua tahun lebih tua dariku. Dia anak dari sahabat Papa. Kami bertemu sejak aku berusia delapan belas tahun, ya benar, saat aku menjadi mahasiswa baru di kampusku. Kekasihku itu dulunya seorang presiden mahasiswa, aku beruntung karena bisa mendapat banyak pelajaran darinya. Kebetulan kami juga mengambil jurusan yang sama, jadi jika aku tidak paham dengan mata kuliahku, dialah yang membantuku dan menjelaskan ulang hingga aku paham. Hubungan kami sudah berjalan sekitar tiga tahun. Lalu satu tahunnya bagaimana, bukankah aku kuliah selama empat tahun? Ya, satu tahunnya adalah masa pengenalan, pendekatan dan perkelahian. Hampir setiap hari dia mengusiliku, katanya agar aku selalu mengingatnya walaupun yang kuingat hanya tingkahnya yang mengesalkan. "Naya, kamu sudah bangun nak, cepat siap-siap" ucap Mama Iyat dari luar kamar. "Iya Ma, ini mau siap-siap" sahut Naya. Naya menutup laptopnya setelah mengupload beberapa kata yang barusan dia ketik disana.
Unplanned marriage by SiGanteng11
9 parts Complete
Revalda Riza Renata Ia anak perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang humoris. Mempunyai dua kakak laki laki yang tingkat warasnya setengah. Garis takdir yang membuatnya dijodohkan oleh kedua orang tua nya. Lelaki itu bernama Abrar Narazka Pratama Lelaki romantis dan sangat perhatian, tapi semua itu berbeda ketika ia ditinggalkan menikah dengan calon istrinya. Ia menjadi sosok yang lebih pendiam, dingin, dan jutek. "Nata, Kamu udah punya pacar?" Tanya Papa yang mengagetkan Gue dengan pertanyaannya. Jujur aja Gue gugup plus malu juga ditanya begitu di depan orang orang. "Em. Belum Pa! Kenapa? " Jawab Gue jujur. Emang bener kan Gue jomblo. "Baguslah, kalau pun Kamu punya, Papa juga bakal nyuruh Kamu Putus! " ujar Papa ngebuat Gua tegang juga gugup. Karena gimana pun juga Gue kan lagi Naksir Mantan Kakak kelas Gue. "Ta... Papa mau Kamu Nikah sama Abrar!!" "Apaa! Maksudnya gimana Pa?" Gue bingung sama yang di maksud Papa. Gue sempet menatap bola mata Baban yang juga lagi menatap ke arah Gue. "Sttt. Terima aja udah, Doi ganteng loh, tajir lagi. Kalo Gua jadi lo si Gua mau. Sayang aja Gua batangan." bisik Bang Dion di telinga kiri Gue. Setan emang Abang Gua yang satu ini, mana bisik nya di sebelah kiri, cocok udah jadi iblis. "Mayan Ta. Bisa lu porotin, ntar kalo udah kawin lu bisa minta ice cream se-kamar. Apalagi kalo lu hamil minta ini anu itu diturutin. Udah sana kawin aja lu ama dia." set an satu lagi berbisik. Siapa lagi kalo bukan Kak Rico. Kawin Kawin dikira Gua kucing. Jangan kan mikirin proses bikin debay, mikirin nikahnya aja Gua ga mau. . . . Kepoo sama kisah selanjutnya??Kalo kepo langsung aja baca, siapa tau tertarik bagi kalian. Okee
Thank You Zahira (SUDAH TERBIT) by air_ezz
21 parts Complete
Zara, dia cinta pertama sekaligus patah hati terbesar seorang Sargana Abimana Hardian. Keduanya tak mampu menahan diri dari belenggu hawa nafsu, sampai akhirnya mereka sendiri yang harus menanggung akibatnya. Zara hamil di luar pernikahan karena Sargan. Awalnya Sargan menolak bertanggung jawab, hingga Kayla- putri pertama mereka terlahir secara prematur dan Sargan pun menikahi Zara. Kendati demikian, kehidupan tak selalu mudah. Sargan mau tak mau harus menelan kepahitan serta pembuktian kalau hidup memang tak mudah. Zara, perempuan yang belum ada 1 jam menjadi istrinya dipanggil yang Mahakuasa. Hal ini membuat status Sargan bertitle kan 'Duda Muda'. Mati-matian Sargan menata hidupnya yang porak-poranda bersama putri kecil mereka yang punya kelainan tidak bisa bicara. Sampai pada satu waktu, Sargan bertemu Zahira. Gadis yang 3 tahun lebih tua darinya di acara open house keluarga Zayn. Iseng-iseng ada celetukan dari paman sahabatnya selaku Kakak Zahira. "Sargan umurnya berapa?" tanya Rival-pamannya Zayn. "Mau 21, Om." Sargan menjawab seadanya. "Oh masih muda sih segitu mah. Udah ada calon ?" Sargan tertawa getir. Dia masih tidak sanggup untuk mencari pengganti Zara. Perempuan itu terlalu membekas di ingatan dan hatinya. "Belum, Om. Mau selesaikan kuliah dulu dan fokus sama Kayla." "Wah sayang banget. Niatnya mau Om kenalin sama Adek Om. Tuh Zahira, umurnya mau 24. Gak terlalu jauh sama kamu, Om rasa udah waktunya buat dia menikah." Hah gimana?
You may also like
Slide 1 of 10
KANKSA cover
Merried  cover
DIA ADALAH NAJA cover
Unplanned marriage cover
My possesive boyfriend cover
Best Of Name (END) cover
My Husband Is A Cold Man cover
Dinikahin Om Duren : Duda keren cover
Thank You Zahira (SUDAH TERBIT) cover
tentang sebuah rasa cover

KANKSA

27 parts Complete Mature

CERITA SUDAH TAMAT DAN MASIH LENGKAP, SILAKAN DIBACA!!! WARNING!!! UNTUK DEWASA 21+++ BIJAK DALAM MEMILIH BACAAN ----------+++++------------ "Pokoknya kalau kita udah nikah besok, kita nunda punya momongan dulu ya, aku mau pacaran dulu sama kamu," ucap Bima sambil memegang tangan Luna, pacarnya. "Nggak boleh gitu sayang, namanya nikah salah satu tujuannya itu ya punya keturunan," jelas Luna. "Kan aku bilangnya nunda, bukan tidak mau punya," Bima masih tetap pada ucapan awal. "Tetap tidak boleh, diralat buruan, dikasih cepat Alhamdulillah, ditunda ya tetap Alhamdulillah, pamali tau mendahului takdir," Luna jadi was-was. "Gitu ya, habisnya aku masih pengen banget berdua sama kamu sayang," Bima semakin intens menggenggam tangan Luna. "Iya sayang, kamu pulang dulu gih, nanti dicariin Umik." "Sini dulu dong," Bima merengkuh pinggang Luna supaya lebih dekat. Tangannya aktif mengangkat dagu Luna, mau tidak mau kedua mata bertemu. Saling berpandangan dan saling mendamba. Sebelum setan berhasil menguasai akal pikir, Luna buru-buru sadar. Melepas pelukan Bima yang sorotnya menahan sesuatu. Luna tersenyum, memberikan gestur angka satu yang dia tempel di bibir Bima, "sabar sayang." "Luunn, nikah yukkkk," ucap Bima. * Makanya kalau ngomong tuh yang baik-baik. Meskipun tidak serius, tapi alam semesta mendengar apa yang sedang manusia bicarakan. Bahkan sampai usia pernikah berjalan delapan bulan, Alunan dan Bimasena masih belum menggendong buah cinta mereka berdua. Dan orang tua masing-masing mulai resah.