We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
B E R T A U T .

B E R T A U T .

  • WpView
    Reads 215
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing56m
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 19, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Ini cerita tentang Caitlin Yuliza, yg jatuh cinta pada seorang Mahasiswa yg ber KKN di sekolahnya. Di umur yg genap 17 tahun, gadis itu jatuh cinta untuk yg pertama kali nya pada Atlas Darmawangsa, Mahasiswa dari campus Pancasila, Jakarta. "Kayak nya gua mulai jatuh cinta sama lo." Caitlin Yuliza. "Beda umur." Atlas Darmawangsa. "Cuman beda umur. Bukan perasaan." Caitlin Yuliza. Mungkin sedikit terlihat aneh, namun begitulah faktanya. Disaat semua orang hanya bisa mengaguminya, justru Caitlin malah mendapatkannya. Ya Caitlin pemiliknya, pemilik Atlas Darmawangsa. Lelaki yg super cuek dan dingin idaman seisi kampus Pancasila yg bisa tunduk dan jatuh cinta pada gadis sederhana seperti Caitlin. Akankah hubungan mereka terus berlanjut ? Mampukah mereka menjalani hubungan jarak jauh ? Bisakah sebuah cinta tumbuh dalam pertemuan singkat hanya dalam waktu dua bulan.
All Rights Reserved
#875
virtual
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nyangga
  • Tania
  • the two world
  • Bumi
  • NAIRA
  • My Best Mama
  • Gema Fikir di Tepi Ombak
Nyangga

Kumpulan kisah-kisah dengan segala keberagaman yang tercipta karena ada, kalau gaada berganti ( ) eh apa ya... Memang agak aneh sih ini dibuat, tapi ini pernah terjadi dalam keseharian. Menarik sih, tapi bisa saja mengulur. Kan kalau lagi main layangan begitu. Eh apasih! Bersembunyi terkadang tanpa disadar, berada paling bawah, memberikan dampat diatasnya entah besar mau pun kecil. Yang jelas sesuat ini harus diciptakan, bisa di kotak-katik sesuai selera. Suatu alasan mengapa semua terjadi? Dan ada penyelesaian jawaban, lalu mencoba mendiami atau merombaknya. Pikirkan. Bukan begitu sekarang dinikmati untuk menuntut setiap tangga nada terucap pada garis tak beirama, tanpa atlas dunia. Rumah. Dari sini senantiasa mencoba menjadi penengah, meski terkadang salah juga. Habis melihat yang berdebat tak menimbulkan titik temu. Beruntung nya ada papan tiang yang menunjukan bahwa ada jalan bebas hambatan dari segala persoalan. Hadir dalam jeda, walaupun mungkin di antara atas dan bawah. Muncul dari ruang kecil. Menopang, sebelum itu terjadi di bagian paling bawah ada yang harus dikuatkan. Sebelum menggelar. Tapi kalau sudah terlanjur engga ada salahnya. Kan bisa di benahi, masih ada sapu, pel, serta pewangi kalau dicari atau ditunggu, mungkin. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines