Bukan tentang bagaimana ceritanya hingga sebuah tragedi itu terjadi, namun ini adalah tentang bagaimana kamu menyimpan cerita itu hingga berbekas sampai saat ini
Jangan salahkan seseorang yg menciptakan masalah itu, karena pada dasar nya, seseorang itu ingin kamu paham, atau mungkin seseorang itu utusan dari Tuhan agar membuat mu bertambah dewasa untuk menjalani kehidupan seperti saat ini?
Atau jika tidak, mungkin karena seseorang itu terlalu menyayangi mu hingga tak ingin kamu berada di naungan kehidupan yg menyedihkan bersamanya.
Jesselin Cerryana Auditya, hadis yg selalu hidup di penuhi oleh sejuta kejutan, entah itu mengenai kehidupan sehari-hari, keluarga, persahabatan dan juga urusan asmara
Terlibat dalam kisah cinta segitiga, dengan dua orang baru yg sejak pertama kali bertemu sudah menciptakan kedekatan pribadi bagi seorang Jesselin
Masa lalu yg memang menyakitkan semua kehidupan Jesselin berubah-ubah, pemikiran nya kadang goyah, akibat pikiran yg bertolak belakang dengan hati.
Jesselin selalu di keliling oleh kehidupan misterius, termasuk seseorang yg selalu saja menguntit nya, dari perjalanan di rumah, sekolah, dan di luar, smeuanya terekam oleh nya, mungkin saat ini dia masih bersembunyi, namun nanti juga akan menunjukkan dirinya sebagai seseorang yg jelas akan membuat Kehidupan Jesselin akan semakin berubah.
-lyrafppan-
Ketika takdir selalu mempertemukan dua insan yang tidak akan pernah menjadi satu. Cinta memang membuat orang bodoh.
Cinta memang membuat orang menjadi jahat.
Dan cinta juga yang membuat mereka memilih melakukan hal terbodoh.
"Hanya aku yang bisa mengontrol diriku, siapapun tidak bisa, begitu pun alam. Kita bisa bersatu asal kita berjuang, Aasma. Kita berjuang bersama---"
"Berjuang bersama untuk menyakiti Audrey itu maksudmu?" Aasma memotong ucapan Raka.
Alam memang kejam dia tidak mau kita bersatu namun, selalu mempertemukan kita.
~ Aasma
(Ada beberapa hal yang tidak boleh kita sama-samakan salah satunya dalam berkarya, berkarya semampumu dan berkarya menggunakan imajinasimu karena itu lebih mulia dibandingkan menjiplak.)