Mimpiku✨

Mimpiku✨

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 22, 2021
Dari sebuah kejadian dimana dia harus disalahkan oleh keluarganya sendiri. Ia dituduh sebagai pembunuh sang adiknya sendiri. Namun, lambat laun Mamanya mulai mengerti keadaan. Dia mengerti saat kejadian itu hanyalah kecelakaan. Namun, sang Papa sama sekali tidak pernah mau mengerti. Dia tetap membencinya sampai kapanpun karena telah membunuh putra kesayangannya. Dan suatu saat, ketika dia melihat pada sebuah postingan.Itu semua adalah sebuah motivasi motivasi bahkan cerita seorang Idol asal Negeri Ginseng. Semuanya perjalanan hidup mereka terlihat tidaklah mudah. Mereka bahkan juga harus menerima semua Hujatan dari orang yang membenci mereka. Namun, mereka akan tetap terlihat baik baik saja ketika di hadapan orang orang yang menyukai mereka. Dia mulai membaca semua itu, bahkan mempunyai cita cita untuk menjadi seperti mereka. Bersinar di atas panggung menghibur semua orang dengan bahagia. Dan disaat dia mulai yakin untuk bercita cita seperti mereka. Semua orang, Ayahnya bahkan teman sekolahnya menertawakan mimpi nya yang terlalu tinggi itu. Hanya Mamanya dan beberapa teman dekatnya yang mendukungnya. Apakah Mimpinya benar benar akan menjadi kenyataan? ~~~~ Semua cerita asli dari Pemikiran Author! Semua tempat, Nama, bahkan Kata atau kejadian yang mungkin sama dalam cerita selain ini, Itu adalah sebuah ketidak sengajaan!! Semua nama pemain akan kalian tangkap sendiri di Part selanjutnya<3 Semoga Suka💚
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ALZEA (TERBIT)
  • Self Injury's(complete)✔
  • Juan [REVISI]
  • Unspecifed Destiny
  • ADELIO (END)
  • Is It Home ?
  • 180° [END]
  • FATE

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines