Ketika Impian Menyapa

Ketika Impian Menyapa

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 24, 2021
Aku tak mengira bahwa orang yang asing dariku ternyata adalah kekasih impianku. Begitu banyak drama dan begitu banyak keinginan membuat luka didalam diriku. Kekecewaan yang menusuk dan membekas membuat diriku susah melepas kannya. Bahwa keinginan yang bergejolak membutakan semua hal dalam diri. Semua sudah tersurat oleh takdir dan diri ini tak bisa memahami maknanya. Namun Allah segera menegurku dengan memberikan sentuhan hati dan pikiran dalam diri . Apapun yang menjadi takdirmu akan tetap menjadi takdirmu dan apapun yg bukan takdirmu akan tetap bukan takdirmu. Sekarang tak ada kekecewaan lagi didalam diri. Hanya ada rasa Nyaman dan senang akan kehendak yang diberikan Allah kepadaku.
All Rights Reserved
#44
sahabathijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WAITERS
  • Dendam Yang Terpendam
  • As Time Allows
  • Insya Allah Jodoh
  • Laksana [END]
  • kepercayaan
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • Memories in Moon
  • Do You Miss Me ?
WAITERS

Hai...Kamu. Yang kutemui di persimpangan jalan kemari. Yang kutemui saat kenyataan mengobrak-abrik relung jiwaku. Kamu...yang sekarang menjadi penduduk dan pemilik tahta tertinggi dihatiku. Yang sekarang menjadi obat pada saat gundah gulana menyerang di hatiku. Bagaimana kabarmu? Apa kamu sama rindunya seperti diriku? Apa kamu sama tersiksanya seperti diriku tanpa sapaan lembut mengalun indah di telingaku? Apa kamu sama tersiksanya seperti diriku saat malam memaksaku tertidur tanpa bayang indah wajahmu? Apa kamu sama terlukanya seperti diriku saat pagi menyapa tanpa ada sosok dirimu di sampingku? Kamu tahu? Saat dirimu berbalik dan tidak lagi berjalan kearah ku, kepedulian ku pada diriku perlahan berkurang. Tidak ada satu detik yang terlewat tanpa memujamu. Tidak ada satu detik ku buang untuk menunggu kedatanganmu menjemput. Tidak ada satu waktu yang hilang tanpa harap kembali dirimu datang memeluk. Aku terluka dan nyaris menghilang bersama bayangmu. Lagi...Apa kamu tahu? Di jeda pemberhentian ku dalam mencari sosokmu, kesadaranku kembali saat didepan ku berdiri sekat yang tak bisa ku lewati. Memaksaku berjalan mundur perlahan. Dan ditengah sadar ku saat mataku memandang, hanya kobaran perpisahan yang menjadi akhir tujuku saat takdir tidak memihak atas keinginanku. *** Warning‼️ Cerita ini murni hasil pikiran Nur'Aminah. Tulisan yang dilindungi oleh undang-undang. Jika terdapat seseorang menyalah gunakan tulisan ini, maka akan diberikan sanksi berupa pidana/denda. ~Start : 28 Juni 2024 ~Finish : .... Rangking #waiters rank 2~bulan Juni 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines