My Arrogant Boyfriend

My Arrogant Boyfriend

  • WpView
    Reads 1,034,864
  • WpVote
    Mga Boto 39,343
  • WpPart
    Mga Parte 38
WpMetadataReadKumpleto Wed, Jul 22, 2015
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING!! [CERITA ABSURD. KALIAN BISA BACA CERITAKU YANG LAIN] Mempunyai pacar adalah keinginan setiap manusia. Menurut beberapa orang, mempunyai pacar itu tak memandang apapun. Dia gak ganteng, dia gak kaya, dia gak pinter, yang penting rasa sayang loe terhadap sang pacar. Tapi bagaimana jika mempunya pacar arrogant? Apakah setiap wanita menginginkan pacar yang arrogant? Dia arrogant, bukan psicopat. Aku sangat menyayangi nya walaupun dia seperti itu. Aku tak peduli dengan ocehan sahabatku yang mengatakan jika dia tak cocok denganku. Aku dan dia memang memilik sifat yang sangat berbeda. Namun dengan perbedaan itu kita bisa menjadi satu :)
All Rights Reserved
#314
pho
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Antara Pagar dan Perasaan
  • Its Me
  • Imaginary Boyfriend
  • Give Up
  • Eliinaa
  • Purpose
  • False Hopes
  • Andira [End]
  • You Are Mine [COMPLETED #Story_01]

Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis. Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah. Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas. Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda. Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing. Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya. ---

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman