AMBIGU

AMBIGU

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 13, 2021
"trus satu orang yang bikin lo kecewa, semua orang yang gak lo percaya?" tanpa sadar Revan meninggikan suaranya. "satu orang yang lo maksud itu bokap gue Van, kalo lo lupa!" Dhea Aristha. gadis berambut pirang dengan senyum menawan. dingin seperti balok es. misterius. dan anti sosial. hari-harinya begitu tenang tapi monoton. namun semenjak kehadiran siswa baru di sekolahnya hari-harinya jadi terganggu. cowok baru yang bernama Revan itu keukuh mendekatinya. awalnya Dhea tidak terganggu dan usaha-usaha Revan tidak berefek apapun untuk Dhea. hingga suatu ketika sebuah tragedi mengharuskannya untuk menuruti kemauan Revan. bukan karna kegantengan Revan yang maksimal. tapi karna lelaki itu mengetahui rahasia besar Dhea. akankah Revan mampu menembus dinding kokoh yang telah di bangun Dhea selama bertahun-tahun? bisakah Revan mencairkan balok es itu?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERA
  • GRIZLEN {On Going}
  • DAKSA [END]
  • I'm Not A Villainess
  • My cool badboy [LENGKAP]
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • COMPLICATED
  • Satu Langkah
  • Cava's Melodic Heartbeat
TERA

[Completed] Tera adalah gadis yang selalu menutup kesedihannya. Banyak rahasia yang disembunyikannya, demi menutup sesuatu dari orang lain. Intinya ia tak mau orang lain larut dalam kesedihan yang dialaminya. Dia sangat rapuh, jika orang lain melihat bahwa ia terlihat kuat maka semua hanyalah kebohongan. Hingga gadis itu bertemu dengan dia, seseorang yang mampu menghilangkan kesedihan di hidupnya. Semakin mengenal lebih jauh terkuak juga bahwa mereka merasakan luka yang sama. Mereka saling menyembuhkan. Namun semua itu hanya sementara. Pada akhirnya luka yang tak diinginkan kembali menyapa. Entah siapa yang memulai, intinya mereka sama-sama menang dan kalah. Garis takdir yang memang tak bisa ditebak oleh siapapun. Bersatu atau tidak hanya Dia yang tahu. Manusia hanyalah wayang dari cerita hidup. Seperti mereka yang sangat rumit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines