Sara Bara

Sara Bara

  • WpView
    Reads 541
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
"Kok jahat, si, Al?" "Kamu bodoh!" Inara menatap Alan dalam, lalu smirk-nya keluar sendiri. "Hah benar. Aku bodoh. Aku pikir selama ini kita sama-sama berjuang, ternyata, semuanya cuma permainan. Iya. Kamu benar. Aku bodoh. Bodoh karena ngasih kesempatan buat orang yang..." Perkataannya terjeda. Napasnya keluar begitu saja. Dia membuang tatapannya sekilas sebelum akhirnya menatap Alan lagi. Sebenarnya, dia merasakan sakit di dadanya. "Kamu bahkan nggak tahu arti dari sebuah kepercayaan," lanjut gadis itu. Inara tertawa lagi, dan yang ini sangat jelas bahwa dia sedang tertekan. "Bahkan sekalipun kamu nggak pernah minta maaf, Al. Kamu cuma mengakui kesalahan dan terus saja mengulang. Kamu mengaku menyesal cuma buat nahan aku di sini. Kamu main sama cewe lain, dan aku cemburu? Iya benar aku cemburu. Tapi, kenapa malah kamu yang marah dan harus aku yang minta maaf? Aku terus saja minta maaf cuma buat hubungan ini tetap lanjut." "Ah benar, kamu nggak salah. Aku yang salah memperjuangkan orang. Aku menyesal sudah membuang-buang waktu buat hubungan ini," tambahnya lagi untuk yang terakhir kali. 🍃🍃🍃🍃🍃 Pernah penasaran kisah asmara antara pemilik mental illness dan anak dari keluarga broken home? Maka kalian berada di ruang yang tepat. Aralyn Inara yang tidak pernah diharapkan kehadirannya memiliki kekasih bernama Reyhan Altair Faeyza yang berasal dari keluarga berantakan. Karena dunianya, Inara mengidap depresi mayor. Dan nahasnya , dia terjebak dalam hubungan bersama Alan yang psikopat. "Aku benci semuanya yang ada di dunia ini. Aku muak dengan hidupku. Aku benci diriku sendiri!! -Aralyn Inara Bacalah biar emosi.
All Rights Reserved
#480
mentalhealth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Beloved Revenge [END]
  • AKSARAYNA
  • SUAMI RAHASIA
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • REGATHAN [END]
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • ARLEA || Arlo • Hillea - END
  • RENOVAN (END)
  • Keazen (A Sly World)
  • ALEANGGA [On Going]

FOLLOW SEBELUM MEMBACA Cinta dan pengorbanan? Mungkin akan lebih tepat menjadi cinta dan pengkhianatan. Kenyataan malang membawa gumpalan kesedihan sebab keserakahan dan kebohongan hidup, membuat kisah cinta yang belum sempat bersemi lebih dulu jatuh berguguran. Kebencian meraja lela, usaha demi usaha dilakukan untuk mendapatkan maafnya. Namun, akankah hati yang telah dihancurkan berkeping-keping bisa disatukan dan utuh lagi seperti bentuk semula? Luzia Kazuha Daisies. Penari ballet yang membawa kembali perjanjian aster putih. Memberi semangat hidup pada penerima perjanjian aster putih yang pada akhirnya hanya menorehkan luka basah. Di sini, ada empat kisah cinta dengan jalannya takdir yang bertolak belakang. Perbedaan karakter dan sifat, pembuat kisah diluar perkiraan. Persahabatan terbentuk, saling merangkul guna melawan kerasnya dunia. Namun, disaat semuanya membaik, kenyataan yang tidak diharapkan datang menyapa bagai badai yang menghancurkan mental. Spikopat cantik itu, dia kembali termakan oleh hasutan monster yang menjadi incaran 8 orang pembohong besar. "Apa aku harus bermain lebih gila lagi? Tapi lawanku saja sudah tumbang." -Riana Bristani (si pemilik depresi) "Tidak ada kejahatan dibalas kebaikan, untuk keseimbangan dunia, kejahatan harus dibalas kejahatan juga." -Celine Evandebaron (si pemilik kerajaan) "Aku bahkan lebih mencintai kemiskinan daripada kekayaan yang justru membawa banyak penderitaan." -Retina Retuela (si paling miskin) Akankah kejahatan itu hilang? Atau mungkin membawa lebih banyak lagi keserakahan atas dunia yang seharusnya dipenuhi kejujuran? Dan akankah cinta dari penerima perjanjian aster putih berhasil meluluhkan hati gadis pembohong gila itu? Atau justru sebaliknya? "Padahal perasaan kita sama, kenapa harus ada dendam dan pengkhianatan?" -Fazael Xabier Madison (penerima perjanjian aster putih)

More details
WpActionLinkContent Guidelines